Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Saturday, May 16, 2015

Mobil Polisi Kawal Konvoi Lulusan Pelajar SMA/SMK di Kulonprogo

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Euforia kelulusanSMA/SMK di Kulonprogo

terlihat di seputaran Kota Wates, Jumat (15/5/2015) siang. Ratusan

siswa menggunakan sepeda motor melakukan konvoi dan menggeber-geberkan

suara mesin kendaraannya.

Mereka terlihat mengenakan pakaian seragam sekolah dalam kondisi sudah

dicorat-coret. Beberapa rombongan konvoi itu bergantian mengitari

lingkar Alun-alun Wates.

Di belakang konvoi rombongan pelajar setelah pengumuman kelulusanitu,

mobil polisi mengawal dengan sesekali membunyikan sirine.

Aksi ini menjadi perhatian warga di sekitar jalan raya yang dilewati

rombongan konvoi. Di sisi lain, bagi Dinas Pendidikan, konvoi para

pelajar merayakan kelulusanmerupakan kebiasaan dari tahun ke tahun

yang tidak diharapkan.

"Kami berharap tidak ada konvoi," ujar Kepala Dinas Pendidikan

Kulonprogo, Sumarsono, ketika dikonfirmasi pada Jumat (15/5/2015).(*)
Share:

Bupati Buka Konfercab ke-18 PCNU Kulonprogo

KULONPROGO ( KRjogja.com)- NU harus terus meningkatkan perannya dalam

memajukan sekaligus menyelamatkan agama bangsa dan negara. Untuk

kepentingan itu maka pemahaman tentang pentingnya Ahlussunnah wal

Jamaah harus ditingkatkan. Hal itu ditegaskan Ketua Tanfidz Pengurus

Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kuloprogo Drs HM Wasiludin disela

Konferensi Cabang (Konfercab) ke-18 di Aula Lantai III SMK Ma'arif 1

Wates, Sabtu (16/05/2015).

"Ahlussunnah wal Jamaah harus merengkuh semua aspek secara dinamis

dengan menerima perubahan-perubahan yang tidak bertentangan dengan

akal dan syariat maupun hukum negara," jelasnya jelasnya.

Lebih lanjut Wasiludin mengatakan, diinternal PCNU Kulonprogo juga

harus mampu mengembangkan organisasi termasuk lembaga pendidikan

dengan memberikan pembinaan-pembinaan sekolah di bawah Lembaga

Perguruan Ma'arif, menyempurnakan sarana dan prasarana seperti kantor

dan sebagainya serta pembinaan pondok-pondok pesantren. Pengurus PCNU

Kulonprogo masa bhakti 2010-2015 diharapkan bisa lebih mengembang dan

memajukan organisasi.

Sementara Bupati dr Hasto Wardoyo yang membuka resmi konfercab

berharap NU terus meningkatkan perannya dalam mewujudkan kemajuan

pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat Kulonprogo termasuk

menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang agamis, berkarakter salah

satunya lewat lembaga-lembaga pendidikan. "NU memiliki peranan penting

dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter sehingga tidak

mudah terpengaruh budaya-budaya negatif pada era globalisasi dewasa

ini," ujarnya.(Rul)
Share:

Meskipun dilarang, tetap konvoi

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan

Kulonprogo dalam melaksanakan pengumuman kelulusan siswa diwajibkan

mengenakan pakaian adat Jawa dan tidak boleh konvoi, ternyata belum

mempan. Beberapa siswa masih tetap saja melakukan konvoi.

Saat menerima pengumuman kelulusan para siswa memang berangkat dengan

mengenakan pakaian adat Jawa. Namun ternyata usai pengumuman, siswa

kembali berganti pakaian seragam sekolah dan sebelum konvoi mereka

corat coret baju seragam.

Meski dalam konvoi mereka dikawal polisi, tapi kehadiran konvoi cukup

mengganggu masyarakat, karena suara knalpot juga dibleyer-bleyer.

Kadinas Pendidikan Kulonprogo Drs H Sumarsana MSi menegaskan pihaknya

sudah mengirimkan surat edaran tidak boleh konvoi. "Kami akan mencari

tahu siswa sekolah mana saja yang konvoi," ujarnya, Jumat (15/5/2015).

(Wid)
Share:

5.608 Peserta UN di Kulonprogo, Tidak Lulus 3 Siswa

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Tingkat kelulusan SLTA di Kabupaten

Kulonprogo belum bisa seratus persen. Dari 5.608 peserta ujian

nasional (UN), yang tidak lulus 3 siswa yakni dua siswa SMK swasta dan

satu siswa SMA negeri. Pengumuman dilakukan serentak Jumat (15/5/2015)

pukul 10.00 di masing-masing sekolah. Sedangkan siswa Madrasah Aliyah

(MA) semua lulus.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Drs H Sumarsana MSi, yang

tidak lulus 3 siswa, 2 siswa SMK Swasta dan 1 siswa SMA Negeri.

Rinciannya, peserta UN SMA sebanyak 1.681 siswa(tercatat 1.682, yang

mengundurkan diri 1 siswa) tidak lulus 1 siswa, sehingga yang lulus

1.680 siswa. Sedangkan SMK peserta UN 3.927 siswa (tercatat 3.932,

namun 5 undur diri) yang tidak lulus 2, dan lulus 3.925 siswa. "Tahun

ini kelulusan belum bisa 100 persen," kata Sumarsana, Jumat

(15/5/2015).

Di SMA N I Pengasih, menurut Wakasek Humas Drs Sutirto, jumlah siswa

kelas XII sebanyak 156 siswa lulus semua. Meski UN tidak diikutkan

dalam menentukan kelulusan, namun hasilnya untuk IPA (80 siswa)

tertinggi 495,5, II 495,3, III 484,6. Sedangkan IPS (76 siswa)

rangking I 470,4, II 439,6, dan III 432,7. "Pengumuman langsung

dilanjutkan prosesi wisuda, penyerahan siswa kepada orangtua/wali

siswa, dan perpisahan dengan adik kelas," kata Sutirto.

Kelulusan empat Madrasah Aliyah (MA), dikatakan Kasi Pendidikan

Madrasah Kantor Kemenag Dra Hj Sulasmi MA, lulus semua. Di MAN Wates 2

dengan 165 siswa semua lulus seratus persen. "Kelulusan kami isi

dengan melatih sodaqoh dengan bagi-bagi nasi bungkus, bakti sosial,

dan menghindari corat coret dan konvoi," kata Kepala Madrasah Nur

Wahyudin Al Azis SPd.(Wid)
Share:

Friday, May 15, 2015

Kelulusan CBT, 41 Siswa Dapat Nilai 10

KULONPROGO ( KRjogja'com) - Ujian Nasional (UN) dengan memakai sistem

computer based test (CBT) yakni mengerjakan soal ujian melalui

komputer, ternyata mampu memberikan hasil yang menggembirakan. Dari

hasil CBT SMK N I Pengasih, yang mendapatkan nilai 10 ada 41 siswa,

sedangkan tahun lalu ketika masih memakai paper based test (PBT) nilai

10 sebanyak 32 siswa. Sementara untuk hasil keseluruhan baik CBT

maupun PBT, SMK N I Pengasih untuk hasil kelulusan SMK adalah terbaik

pertama di Kulonprogo dan kedua di DIY.

Hasil UN CBT ini, kata Kepala Sekolah SMK N I Pengasih Tri Subandi,

lebih bagus. "Tahun ini dari 315 siswa lulus 100 persen. Nilai 10

diraih 41 siswa terdiri, matematika ada 39 siswa, bahasa Indonesia 1,

dan Kompetensi 1. Ada satu siswa yang mendapatkan dua nilai 10 yakni

matematika dan kompetensi," kata Tri Subandi, Jumat (15/5/2015).

Pemakaian CBT, dijelaskan Tri Subandi, lebih diuntungkan waktu. Karena

kalau pakai PBT siswa harus membulati, sedangkan CBT langsung klik

saja, ada lebih banyak waktu untuk mengulas soal. "Kendala sementara

ini adalah masalah shift. Kami kemarin masih memakai tiga shift,

seharusnya bisa dua saja. Selain CBT UN, kami juga akan menerapkan

untuk ulangan umum kelas XI mendatang. Hal itu agar siswa terbiasa

dalam menghadapi CBT," ujar Tri sembari berharap nantinya UN tahun

depan sudah banyak yang akan memakai sistem CBT.(Wid)
Share:

Keluarga di Kulonprogo Didata

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah

Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kulonprogo melakukan

pendataan keluarga mulai 1 hingga 31 Mei 2015. Karena itu seluruh

warga Kulonprogo diminta untuk membantu mensukseskan pendataan, dengan

siap menyampaikan data keluarga kepada petugas. Dengan memberikan data

yang benar, berarti masyarakat sudah ikut membantu dalam kegiatan ini.

"Pendataan berlaku bagi seluruh masyarakat yang domisili di Kulonprogo

selama 6 bulan berturut-turut. Pendataan secara De Fakto bukan De

Jure, meliputi data kependudukan, data Keluarga Berencana (KB), dan

data pembangunan keluarga. Hasil pendataan akan diketahui jumlah

penduduk, Pasangan Usia Subur (PUS), kepesertaan KB, anak usia

sekolah, termasuk mata pencaharian, tahapan keluarga sejahtera (KS).

Setelah di entry, akan diketahui juga kondisi keluarga apakah masuk

Pra KS, KS 1, KS dan sebagainya," kata Kasubid Pembinaan Ketahanan

Keluarga BPMPDPKB, Woro Kandini Andayani SSos Msi di Wates, Jumat

(15/05/20215).

Dra Kasriyati MM selaku Koordinator Petugas Keluarga Berencana di

Kecamatan Wates menyampaikan, pendataan setiap RT ada 1 kader yang

melakukan pendataan. Hasil pendataan keluarga bakal di-entry petugas

kecamatan, secara online dengan petugas pusat di Jakarta.(Wid)
Share:

PENGUMUMAN UN : Lulus, Ratusan Siswa MAN 2 Wates Bagikan Nasi Bungkus

Harianjogja.com, KULONPROGO-Lebih dari 2.500 nasi bungkus menjadi

bukti ungkapan syukur 165 siswa kelas XII MAN 2 Wates yang dinyatakan

lulus pada Jumat (15/5/2015).

Didampingi para guru, mereka turun ke jalan untuk membagikan ribuan

nasi bungkus tersebut kepada masyarakat sekitar Wates.

Salah satu guru MAN 2 Wates, Amir Makruf mengatakan, aksi bagi-bagi

nasi bungkus merupakan inisiatif para siswa. Sekolah bahkan tidak

mengeluarkan dana untuk membeli nasi bungkus.

"Siswa membawa nasi sendiri dari rumah. Kemarin sepakat minimal tujuh

bungkus tapi ada yang sampai 10 dan 15 bungkus," ucap pria yang

bertugas sebagai koordinator aksi tersebut.

Para siswa memulai aksinya dengan berjalan kaki dari sekolah sekitar

pukul 08.00 WIB. Mereka menuju sekitar Stasiun Wates, Terminal Wates,

hingga kemudian kembali lagi ke sekolah. "Ini wujud rasa syukur karena

kelulusan tahun ini mencapai 100 persen," kata Amir.

Aksi bagi-bagi nasi bungkus rupanya bukan pertama kali bagi MAN 2

Wates. "Ini sudah tradisi selama tiga tahun belakangan. Syukuran

kelulusan umumnya corat-coret baju dan konvoi. Tapi kami ingin

menyukurinya dan berbagi kebahagian dengan cara yang lebih

bermanfaat," ujar Karina Isnaini Putri, siswa kelas XII MAN 2 Wates.

Ungkapan serupa juga disampaikan siswa lainnya, Ahmad Sofyan Alfi.

Meski kepanasan dan lelah berjalan, Ahmad merasa puas karena bisa

berbagi nasi bungkus bersama teman-temannya. "Saya bawa tujuh bungkus

dari rumah," tutur remaja berusia 19 tahun itu.

Masyarakat yang menerima nasi bungkus dari siswa MAN 2 Wates pun

mengaku terkesan dengan cara perayaan kelulusan itu. Meski sempat

membuat lalu lintas macet, aksi tersebut tetap dianggap lebih terpuji

dibanding konvoi dan corat-coret seragam.

"Memang lebih baik tidak bikin onar. Seragamnya juga jangan dikotori

dan lebih baik disumbangkan," ungka Sudimin, warga Tambak, Triharjo,

Wates
Share:

Arfenda Peserta OSN SMP Tingkat Nasional

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Arfenda Kusumaningrum siswa Kelas 8 SMP N 2

Pengasih Kulonprogo maju dalam Olimpiade Sains Nasional (OSN) SMP

Tingkat Nasional Tahun 2015 di Palu Sulawesi Tengah. Arfenda menjadi

salah satu dari 15 peserta dari DIY, dari Kota Yogyakarta 7 orang,

Bantul 5 orang, Sleman 1 orang, Gunungkidul 1 orang dan Kulonprogo 1

orang. Kategori mata pelajaran IPS 10 orang, Matematika 3 orang dan

IPA 2 orang.

"Berangkat Minggu (17/05/2015) dan kembali Sabtu (23/05/2015)," kata

Arfenda, Jumat (15/05/2015).

Sebelumnya, Arfenda bersama Kepala Sekolah SMP N 2 Pengasih Drs Wakim

dan Kepala Dinas Pendidikan Drs H Sumarsana MSi menghadap Bupati

Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) di rumah dinas dan dalam

kesempatan itu juga memberikan bantuan uang untuk bekal Arfenda.

Kepada Arfenda, bupati berterima kasih, baik atas nama pemerintah

daerah maupun pribadi, karena akan membawa nama baik Kulonprogo. Hasto

memberikan dorongan semangat dan beberapa nasehat kepada Arfenda, agar

tetap berjuang dan berdoa untuk meraih yang terbaik.

Menurut ayah Arfenda, Agus sejak TK dan di SD Muhammadiyah Wora Wari

Sentolo anaknya selalu mendapatkan rangking 1. "Biasanya ikut lomba

IPA, Matematika, tapi sekarang IPS," kata Agus.

Drs Wazim dan Agus menceritakan pula sebelumnya Arfenda sempat akan

mundur dari OSN, karena tidak memiliki laptop untuk presentasi. Namun

akhirnya mau ikut setelah diberikan pinjaman laptop milik kepala

sekolah.

Untuk mendukung Arfenda, Drs Wazim bakal berangkat ke Palu, meskipun

dengan biaya sendiri. Sedangkan Arfenda akan berangkat bersama panitia

lomba.(Wid)
Share:

Ada Kegelisahan Terhadap Globalisasi

KULONPROGO ( KRjogja.com) -Saat ini ada kegelisahan dalam masyarakat

dengan masuknya globalisasi. Sebab semua pengaruh bisa masuk dengan

bebas ke Indonesia. Selain itu patriotisme saat ini mulai luntur,

bukan lagi untuk bangsa dan negara, namun kesetiaan sudah bergeser

pada hal yang lain. Untuk itu perlu adanya kebangkitan umat.

Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) mengemukakan hal itu

ketika membuka Training of Trainers (TOT) Pengembangan Cabang dan

Ranting Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kulonprogo di Gedung Kaca Wates.

"Tantangan yang dihadapi Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) mendatang

makin tidak ringan. Untuk itu harus tetap konsiten membawa organisasi

semakin berperan dalam proses pembangunan. Mari kita isi kegiatan

Pengurus Cabang Muhammadiyah (PCM) maupun Ranting (PRM) dengan

kegiatan yang membangun mental generasi muda," katanya.

Lebih lanjut Hasto menyatakan, dalam upaya membentengi generasi muda,

Pemkab bersama DPRD telah membuat Perda Larangan beroperasinya tempat

hiburan malam, dan Perda Kawasan Tanpa Rokok (KTR).

"Sedangkan untuk Perda Pendidikan, nantinya kami mewajibkan kelas 6 SD

khatam Alquran. Dengan nanti disahkannya Perda tersebut maka sekolah

bisa mengeluarkan dana Bosda untuk membiayainya. Rencana kami, setiap

hari diberikan pelajaran agama di sekolah dengan tambahan guru 2 orang

untuk setiap sekolah," imbuhnya.

Ketua Panitia H Wagiran Mada menyatakan, TOT diisi materi pembentukan

korps mubaligh oleh Muhammad Jamaludin Ahmad, manajemen pelatihan

disajikan Muhammad Hamdi dari Lembaga Pengembangan Cabang & Ranting

Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LPCR PPM), serta Tafhimul Mufrodat. (Wid)
Share:

HASIL UN 2015 : Polres Kulonprogo Siap Berjaga

Harianjogja.com, KULONPROGO-Guna mengamankan pengumuman, Kapolres

Kulonprogo. AKBP Yulianto mengaku telah berkoordinasi dengan Dinas

Pendidikan (Dindik) Kulonprogo dalam upaya pengamanan pengumuman

kelulusan SMA/SMK Sederajat.

"Dindik Kulonprogo sudah mengeluarkan edaran kalau siswa wajib pakai

baju adat Jogja, tidak boleh corat-coret, dan tidak boleh konvoi,"

ungkapnya, Kamis (14/5/2015).

Meski begitu, Polres Kulonprogo tetap akan mengerahkan jajaran anggota

kepolisian untuk memantau keamanan dan ketertiban selama perayaan

kelulusan.

"Petugas kami, baik yang berseragam maupun tidak akan memantau

sekolah-sekolah. Patroli lingkungan sekolah juga akan dilakukan," kata

Yulianto.

UN SMA sederajat telah dilaksanakan pada 13-15 April lalu, sementara

siswa SMK sederajat menjalaninya hingga 16 April. Total peserta di

Kulonprogo mencapai 5.608 orang. Enam orang peserta dinyatakan

mengundurkan diri karena berbagai alasan. Namun, mereka masih diberi

kesempatan untuk mengulang selama satu tahun lalu mengikuti UN 2016
Share:

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results