Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Saturday, November 29, 2014

Gula Kelapa Kulonprogo Terima Sertifikasi Geografis, Apa Manfaatnya?

Harianjogja.com, KULONPROGO- Gula kelapa yang dihasilkan Kabupaten

Kulonprogo menerima Sertifikat Indikasi Geografis dari Kementerian

Hukum dan Hak Asasi Manusia.

Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan (Dispertan) Kulonprogo Bambang

Tri Budi mengatakan Indikasi Geografis menurut PP Nomor 51 Tahun 2007

adalah suatu tanda yang menunjukkan daerah asal suatu barang.

"Faktor lingkungan geografis termasuk faktor alam, faktor manusia atau

kombinasi dari kedua faktor tersebut memberikan ciri dan kualitas

tertentu pada barang yang dihasilkan," kata Bambang, Kamis

(27/11/2014)

Ia mengatakan perlindungan hak indikasi geografis itu diberikan selama

karakteristik khas dan kualitas yang menjadi dasar bagi perlindungan

atas indikasi geografis tersebut masih ada.

Pengembangan gula kelapa melibatkan sebagian besar warga Kulon Progo,

terutama di daerah Kecamatan Kokap, Girimulyo dan Sentolo sebagai

wilayah aktif, dan sudah dapat menerapkan standar produksi sesuai

persyaratan indikasi geografis.

Ke depan, tanaman kelapa akan dikembangkan di kecamatan lain yaitu

Kecamatan Kalibawang, Nanggulan, Pengasih, dan Lendah.

Dia mengatakan gula kelapa Kulon Progo menghasilkan beberapa jenis

produk di antaranya gula Jawa dan gula semut.

"Produksi gula kelapa Kulon Progo sudah dipasarkan tidak saja untuk

pasar dalam negeri, tetapi sudah merambah pasar luar negeri seperti

Kanada, Amerika Serikat, dan Eropa," katanya.

Bambang mengatakan kelebihan gula kelapa Kulon Progo yakni merupakan

produk khas dan berkualitas yang dihasilkan dari nira yang diambil dua

kali sehari, memiliki kekhasan yang berbeda dari produk sejenis yang

dihasilkan daerah lain.

Selain itu, memiliki kekhasan dan kualitas yang sangat baik, karena

sudah memiliki standard operational prosedure (SOP) yang ditaati

sepenuhnya dalam proses produksi, sertifikasi organik, dan uji mutu

produk melalui tim pengawas mutu.

"Gula kelapa Kulon Progo juga memiliki kekhasan dan kualitas yang

sangat baik, karena alasan historis, dimana telah dikembangkan secara

turun temurun untuk gula jawa, sedangkan gula semut dikembangkan sejak

1983," katanya.
Share:

Jalan Lingkar Kota Wates Harus Direalisasikan

WATES ( KRjogja.com)- Guna mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas

serta mendorong pengembangan Kota Wates dan sekitarnya maka jalan

lingkar Kota Wates khususnya di sebelah timur dan selatan mendesak

untuk segera dibangun.

"Melihat tren kepadatan lalu lintas di jalan-jalan menuju Kota Wates

saat ini, jalan lingkar harus segera direalisasi agar tidak terlambat.

Kalau terlambat biaya sosial ekonominya akan semakin besar," kata

Ketua Komisi III Bidang Pembangunan Hamam Cahyadi ST, Jumat

(28/11/2014).Politisi Partai Keadilan Sejahtera (FKS) itu mengatakan,

jalan lingkar dimaksud meliputi Polres-Margosari, alun-alun Wates-Beji

serta Tambak-Bendungan. Dijelaskan, rencana pembangunan jalan lingkar

Kota Wates sesungguhnya sudah cukup lama, tapi hingga saat ini belum

bisa terealisasi. Sementara tentang jalan di bawah rel kereta api atau

'underpass', Hamam menyatakan setuju terhadap rencana Pemkab

menyelesaikan pembangunannya mengingat infrastruktur tersebut

merupakan simpul penting atau bagian tak terpisahkan dari proyek

pembangunan jalan lingkar Polres-Margosari.

"Saya dan teman-teman Komisi III sudah melihat langsung underpass yang

sudah mulai dibangun beberapa tahun lalu. Kondisinya sudah cukup

memadai untuk dibangun jalan. Apalagi berdasarkan keterangan warga

setempat, bila hujan lebat underpass Margosari saat ini sudah tidak

tergenang air lagi. Karena saluran pembuangan air sudah berfungsi

dengan baik. Hanya tinggal penyempurnaan bangunannya lagi dan pada

2015 sudah direncanakan penganggarannya," tutur Hamam.

Kondisi arus lalu lintas di sekitar Kota Wates pada jam-jam sibuk

sudah relatif padat. Sebagian besar pengguna jalan para pelajar dan

pegawai. Seperti dari arah Bendungan, Temon dan Sentolo, hampir

semuanya lewat di jalan utama dari masing-masing arah.

"Dengan adanya jalan lingkar tentu bisa memecah arus di jalan utama.

Sehingga arus lalu lintas bisa terbagi dan tidak terlalu padat. Selain

menghambat laju pengguna jalan, kapadatan arus lalu lintas juga sangat

riskan terhadap terjadi kecelakaan," terangnya.(Rul)
Share:

Pengerjaan Proyek Stadion Cangkring Lambat!

Sejumlah pekerja sedang menggarap proyek peningkatan Stadion

Cangkring. (Foto: Asrul Sani)

WATES ( KRjogja.com)- Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo dan Ketua

Komisi III DPRD setempat Hamam Cahyadi ST prihatin terhadap lambatnya

pihak rekanan yang mengerjakan proyek peningkatan Stadion Cangkring di

Desa Giripeni, Wates dan pembangunan Taman Budaya di Kecamatan

Pengasih. Padahal anggaran untuk dua proyek tersebut cukup besar.

Khusus pengingkatan Stadion Cangkring mencapai Rp 6,5 miliar lebih.

Saking prihatinnya, sampai-sampai bupati memerintahkan Sekretaris

Daerah (Sekda) Ir RM Astungkoro meninjau langsung pengerjaan dua

proyek tersebut. "Pak Sekda sudah saya minta turun lapangan mengamati

langsung pengerjaan proyek Stadion Cangkring dan pembangunan taman

budaya," tegas dr Hasto.

Hal senada disampaikan Hamam Cahyadi. "Saya prihatin sekaligus

khawatir terhadap lambatnya pengerjaan dua proyek besar tersebut.

Jangan-jangan nasibnya akan sama dengan pembangunan kantor bupati dan

Rumah Sakit Umum Daerah Sentolo dulu yang hanya setengah jadi. Sampai

terjadi pemutusan kontrak," jelasnya, Kamis (27/11/2014).

Berdasarkan informasi yang diterima Komisi III, rekanan yang menggarap

dua proyek tersebut tidak profesional. Selain material sering

terlambat jumlah tenaga yang mengerjakan juga sangat minim. "Agar dua

proyek itu selesai tepat waktu, rekanan harus mengambil langkah pasti

dengan selalu menyiapkan material dan menambah tenaga," ujarnya.

Bupati menambahkan, pelelangan dua proyek itu sudah sesuai peraturan

perundang-undangan dielang secara elektronik melalui Kantor Layanan

Pengadaan Secara Elektronik (LPSE). "Tapi dalam perkembangannya

ternyata banyak laporan masyarakat yang mengatakan pengerjaan proyek

taman budaya dan Stadion Cangkring berjalan sangat lambat," katanya.

Menindaklanjuti laporan masyarakat tersebut akhirnya bupati

memerintahkan Sekda untuk melakukan tinjauan lapangan. "Ternyata

setelah ditinjau pak Sekda, pihak rekanan baru mengambil langkah cepat

dengan meningkatkan droping material serta menambah tenaga kerja,"

tuturnya menambahkan kalau tidak diawali mungkin langkah tersebut

tidak diambil oleh rekanan.

Dari hasil tinjauan lapangan, bupati menyimpulkan persoalan yang

terjadi dalam pengerjaan dua proyek itu lebih pada kelambatan droping

material dan terbatasnya tenaga kerja. "Dengan semakin lancarnya

material dan ditambahnya tenaga tukang dan kernet tentu garapan akan

lebih cepat selesai," terangnya. (Rul)
Share:

Thursday, November 27, 2014

meruskan Yahoo! Mail ke Alamat Email lain

· Sedayu <http://www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw> "Krido

Turonggo".flv - YouTube





<http://www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw> ► 15:20► 15:20



www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw



27 Sep 2011 - Diunggah oleh Daniel Prasetyo



Jathilan For Ever. ... This video is unavailable. You need Adobe Flash

Player to watch this video. Download ...





· paguyuban seni jathilan <http://www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw>

turonggo ngesti budoyo yogyakarta ...





<http://www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw> ► 3:44► 3:44



www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw



9 Jul 2013 - Diunggah oleh tenagadalam.org



This video is unavailable. You need Adobe Flash Player to watch this video.

... paguyuban seni jathilan ...





· Jathilan Arum Sari 03 - <http://www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4>

YouTube





<http://www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4> ► 7:11► 7:11



www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4



23 Mei 2009 - Diunggah oleh bondonekatz



Jathilan Arum Sari Pedes Argomulyo Sedayu Bantul Nusantara. ... You need

Adobe Flash Player to ...





· VIDEO

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_satrio_mudho/>

JATHILAN SATRIO MUDHO - Mp3 Download (2.63 ...





www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_satrio_mudho/



Mp3 found 14 files video jathilan satrio mudho, Click [download] video ...

Click Download to save Jathilan Turonggo Satrio Mudho 11 Januari 2014 Part 1

mp3 ...





· Video

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jatilan_kudho_praneso/>

Jatilan Kudho Praneso - Stafaband





www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jatilan_kudho_praneso/



Mp3 found 28 files video jatilan kudho praneso, Click [download] video

jatilan ... Click Download to save Kesenian Jathilan Kudho Praneso Babak 2 3

mp3 ...





· VIDEO

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_kreasi_baru_putr

i/
> JATHILAN KREASI BARU PUTRI - Stafaband





www.stafaband.info/download/.../lagu_video_jathilan_kreasi_baru_putri...



Mp3 found 30 files video jathilan kreasi baru putri, Click [download] video

jathilan ... Click Download to save Jathilan Kreasi Baru-sekar Melati Part 1

Of 7flv mp3 ...





· VIDEO

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_glagah_part1/>

JATHILAN GLAGAH PART1 - Mp3 Download (4.64 ...





www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_glagah_part1/



Mp3 found 36 files video jathilan glagah part1, Click [download] video ...

file size: 932.67 KB | Click Download to Save mp3 Video Expository Part1

Perfler from ...





· Video

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_widotomo_purwore

jo/
> Jathilan Widotomo Purworejo - Stafaband





www.stafaband.info/.../mp3/lagu_video_jathilan_widotomo_purworejo/



Mp3 found 34 files video jathilan widotomo purworejo, Click [download] video

jathilan ... Click Download to save Jathilan Gunungkelir mp3 youtube com.





· jathilan videos - YouRepeat <http://www.yourepeat.com/g/jathilan>





www.yourepeat.com/g/jathilan



Video search results for jathilan. ... JATHILAN MUDHO PRASETYO live in

sorogenen kalasan ... Kesenian jathilan kreasi baru yogyakarta

Sekertariat:Sukoharjo ...





· "…VIDEO

<http://nrmnews.com/2012/02/18/pentas-seni-tradisional-reog-ponorogo-di-krat

on-sri-pakualaman-surakarta-solo/
> Pentas SENI Tradisional JATHILAN / REOG,

di ...





nrmnews.com/.../pentas-seni-tradisional-reog-ponorogo-di-kraton-sri-pa...



18 Feb 2012 - NRMnews.com – VIDEO, Dokumentasi liputan Pentas Seni Tari

Tradisional Jathilan / Reog asal Jawa Timur, yang di pentaskan oleh kelompok

...
Share:

Monday, November 24, 2014

Kulonprogo kirim 19 keluarga transmigrasi

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Kepala Dinsosnakertrans Kulonprogo, Eko

Pranyoto, mengatakan, tahun ini pemkab memfasilitasi pengiriman

transmigran sebanyak 19 keluarga. Jumlah itu lebih sedikit dibanding

jumlah pendaftar semula mencapai 113 keluarga.

Dari total keluarga yang terdaftar, sampai bulan ini baru terkirim

lima keluarga. Itu pun masih mendapati adanya permasalahan sengketa

lahan di lokasi. Disebutkan, lokasi lima keluarga transmigran itu

adalah wilayah Kalimantan.

"Jadi kami masih harus cek lokasi sejauh mana penyelesaiannya,"

katanya pekan kemarin.

Menurut Eko, permasalahan lahan di lokasi cukup kompleks. Pasalnya,

ketika kerjasama antar daerah pengirim dan yang dituju telah

bersepakat, ternyata di lokasi ada warga yang mengaku sebagai pemilik.

"Untuk memastikan semua beres kami ke lokasi. Lahan garapan itu adalah

masa depan bagi keluarga yang dikirim," katanya.( tribunjogja.com)
Share:

Monday, November 17, 2014

Pilkadus di Kulonprogo Tak Lagi Coblosan, Diganti Tes Tertulis

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemilihan kepala dusun (Kadus) di wilayah

Kabupaten Kulonprogo bakal dilakukan melalui mekanisme tes tertulis.

Mekanisme ini ditempuh untuk menyesuaikan dinamika masyarakat dan

peraturan yang baru.

Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo, memaparkan sebelumnya, pemilihan

kepala dusun dilakukan melalui pemilihan langsung atau coblosan dan

akan diubah pada proses mendatang.

Tujuan pengubahan mekanisme pemilihan kadus adalah untuk

mengoptimalkan pengelolaan keuangan desa, mengingat pada tahun

mendatang desa mendapat gelontoran dana Rp1 miliar dari pemerintah

Pusat dan ratusan juta rupiah dari Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.



"Oleh karena itu, kami membuat Rancangan Peraturan Daerah [Raperda]

yang baru tentang Tata Cara Pengisian Perangkat Desa mengingat Perda

Kabupaten No.7/2010 tidak sejalan dengan Undang-Undang No.6/2014,"

jelasnya dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),

Jumat (14/11/2014) sore.

Diuraikannya, beberapa kebijakan baru dalam rapeda ini, meliputi,

perubahan dan penambahan persyaratan untuk mencalonkan diri menjadi

perangkat desa, pengisian kepala dusun melalui rekomendasi tertulis,

serta pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa melalui

rekomendasi tertulis dari camat.

Ia menyebutkan, perangkat desa yang dimaksud dalam raperda, yakni,

sekretaris desa, kepala urusan, kepala seksi, kepala dusun, dan staf.

Sutedjo menuturkan, untuk sekretaris desa yang berstatus sebagai PNS

tetap menjalankan tugasnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara, jabatan sekretaris desa yang kosong dilakukan pengisian

melalui mekanisme tes tertulis.
Share:

Saturday, November 15, 2014

Sehari Ada 10 Pasien Infeksi Menular Seksual di Puskesmas Wates

Harianjogja.com, KULONPROGO-Jumlah kunjungan pasien Infeksi Menular

Seksual (IMS) di Puskemas Wates relatif tinggi. Setidaknya terdapat 10

orang pasien per hari yang memeriksakan diri karena IMS. Jika menerima

rujukan dari puskemas lain, jumlah kunjungan dapat mencapai 20-30

orang pasien IMS setiap hari.

Dokter Puskesmas Wates Dian Monika mengungkapkan kebanyakan kasus IMS

yang ditangani oleh Puskesmas Wates adalah G0 atau kencing nanah.

Sejauh ini, persentase kunjungan masih didominasi ibu rumah tangga

yang lebih sadar dengan kesehatannya. Ketika merasakan gejala yang

tidak lazim, kata Dian, mereka segera memeriksakan diri. Ia

menuturkan, pemeriksaan kepada ibu rumah tangga harus dilanjutkan

dengan pemeriksaan kepada para suami.

"Bagaimanapun penularan IMS melalui hubungan seksual, sehingga

pasangannya harus diperiksa juga dan upaya pemeriksaan pasangan

melalui persuasi saat kosultasi," terangnya di sela-sela kegiatan

pemeriksaan kesehatan untuk pengunjung binaan Rumah Tahanan (Rutan)

Wates, Kamis (13/11/2014).

Penyebab IMS adalah perilaku seksual yang berisiko, seperti

berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat kontrasepsi kondom,

atau tertular dari pasangan yang memiliki perilaku seksual tersebut.

Diakuinya, Puskesmas Wates banyak menangani kasus IMS. Hal ini

disebabkan, Puskesmas Wates merupakan salah satu dari lima puskesmas

di Kulonprogo yang memiliki layanan khusus IMS. Empat puskesmas

lainnya, yakni, Nanggulan, Temon 2, Sentolo 2, dan Panjatan 2

Dian menguraikan, IMS merupakan salah satu pintu masuk penularan HIV

sehingga perlu dilakukan konsultasi lebih lanjut kepada pasien IMS

untuk mengetahui faktor risiko.
Share:

Wednesday, November 12, 2014

2 Sekolah di Kulonprogo Ini Sepakat Berdamai, Ada Apa?

Harianjogja.com, KULONPROGO--Siswa dan Guru dari SMK Maarif 1 Wates dan

SMKN 1 Temon (SMK Kelautan) menandatangani surat pernyataan damai di

Mapolres Kulonprogo, Senin (10/11/2014) siang.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Polres Kulonprogo itu,

belasan murid dari kedua sekolah ikut serta didampingi dengan guru dan

kepala sekolah. Mediasi dipimpin oleh Kapolres Kulonprogo AKBP

Yulianto, Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin, dan Kabag Ops

Polres Kulonprogo Kompol Vero Aria.

Mediasi ini dilakukan setelah pekan lalu kedua sekolah tersebut

berseteru yang mengarah kepada aksi tawuran pelajar. Berdasarkan

informasi yang dihimpun, tidak seorang pun mengetahui persoalan pasti

yang membuat kedua sekolah tersebut berseteru. Pasalnya, perseteruan

sudah berlangsung sejak lama dan seolah-olah diwariskan kepada junior

turun temurun.

Guru SMK Maarif 1 Wates, Eko Juwito, berharap dengan mediasi dan

penandatanganan pernyataan damai dapat membuat situasi belajar

mengajar di kedua sekolah kondusif.

"Tidak perlu lagi menengok ke belakang, yang terpenting saat ini

benang kusut sudah terurai dan kehidupan murid berjalan tenteram,"

tuturnya.

Kepala SMKN 1 Temon Rokhmadi berharap polisi dan Satpol PP dapat

menggelar razia rutin di sela-sela jam belajar sekolah dan sepulang

sekolah untuk menertibkan siswa.

"Kami butuh bantuan, sebab tidak mungkin guru mengawasi 24 jam sampai

di luar sekolah," ungkapnya.

Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin mengatakan perseteruan

antara SMK Maarif 1 Wates dan SMK Kelautan Temon merupakan rentetan

dari persoalan yang telah lalu.

"Hingga akhirnya dari pengakuan murid di kedua sekolah, mereka

sama-sama merasa menjadi korban," ujarnya.

Kendati demikian, kata Akbar, untuk memutus persoalan ini tidak perlu

dicari lagi siapa yang salah dan benar, melainkan sama-sama

berkomitmen untuk berdamai dan tidak mengulangi perbuatan yang salah.
Share:

Kementerian Pangkas Anggaran, Tanjung Adikarto Kembali Gagal Beroperasi

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dermaga Tanjung Adikarto di Kulonprogo

kembali gagal beroperasi. Pemangkasan anggaran sebesar Rp14 miliar

dari Kementerian Kelautan dan Perikanan disinyalir menjadi

penyebabnya.

Asisten II Sekretaris Daerah Kulonprogo Triyono membenarkan

pemangkasan anggaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi

penyebab pengerukan muara tidak dapat dilakukan. Akibatnya, Tanjung

Adikarto belum dapat beroperasi pada tahun ini.

"Anggaran sebesar Rp14 miliar itu seharusnya untuk pengerukan muara,

supaya kapal-kapal besar dapat berlabuh, tetapi ternyata ada

pemangkasan anggaran di kementerian, sehingga kami tidak dapat berbuat

banyak," paparnya kepada wartawan, Selasa (11/11/2014).

Diakuinya, apabila tidak ada pemangkasan anggaran Tanjung Adikarto

dapat selesai sesuai target dan pada bulan ini dapat diluncurkan.

Selain, pengerukan muara yang terhenti, pembangunan pemecah ombak juga

belum dilanjutkan.

Rencananya, Pemkab Kulonprogo melalui Satuan Kerja Perangkat Dinas

(SKPD) akan mengajukan proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan

untuk melanjutkan pembangunan Tanjung Adikarto.
Share:

Sunday, November 9, 2014

BANDARA KULONPROGO : PT AP I Berencana Adopsi Pendekatan Kultural, Seperti Apa?

Harianjogja.com, KULONPROGO--PT Angkasa Pura (AP) I berencana

mengadopsi pendekatan kultural yang dilakukan PT AP II dalam

pembangunan bandara baru di Kecamatan Temon. Hal itu diungkapkan

Direktur Kepersetaan dan Keuangan PT AP I Aryadi Subagyo seusai

pelaksanaan kunjungan kerja Pemkab Kulonprogo ke Bandara

Ineternasional Minangkabau (BIM) PT AP II di Padang Pariaman belum

lama ini.

Menurut Aryadi pendekatan kultural yang dilakukan PT AP II dalam tahap

pembebasan lahan dinilai efektif dan berhasil membuat warga percaya

serta membuktikan pembangunan bandara selalu berdampak positif bagi

warga sekitar. Dalam proses pembangunan BIM, tuturnya, pembebasan

lahan melibatkan tokoh adat yang memiliki sebagian besar tanah.

"Saya akan menyampaikan hasil pertemuan kepada jajaran direksi dan

menentukan langkah strategis selanjutnya," ujarnya belum lama ini.

Diungkapkannya, pembangunan bandara bukan untuk mencari keuntungan

karena dari segi bisnisbreak-even point(BEP) bandara baru yang berada

di Temon akan tercapai setelah 17 tahun. Ia menilai, pembangunan

bandara baru bertujuan untuk membuatcity airportpertama di Indonesia

yang berdampak pada kemajuan wilayah di sekitarnya.

"Kalau berpikir segi bisnis biar saja bandara tetap di Adisucipto dan

pengunjung berdesak-desakan, namun kami mengedepankan aspek pelayanan

sehingga kenyamanan tetap harus diutamakan," terang Aryadi.

Ia mengatakan dalam penerapan pendekatan kultural akan menggandeng UGM

untuk melakukan pemetaan sehingga jelas emografis

serta psikografis masyarakat setempat. Persoalan-persoalan lain yang

ditemukan dalam kunjungan, imbuhnya, juga akan ipaparkan secara detail

kepada direksi, seperti, latar belakang kepemilikan lahan, kondisi

lahan, dan sebagainya.
Share:

DPU Awasi Ketat Pelebaran Jalan Dudukan-Ngentakrejo

SENTOLO ( KRjogja.com)- Pimpinan dan anggota DPRD Kulonprogo minta

Pemkab setempat melakukan pengawasan secara ketat penggunaan material

proyek pelebaran ruas Jalan Dudukan-Ngentakrejo Kecamatan Sentolo. Hal

itu penting mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses keluar masuk

ke kawasan industri.

"Penggunaan batu, pasir dan material lainnya harus betul-betul bagus.

Ruas jalan tersebut harus berkualitas tinggi agar tidak cepat rusak

saat dilewati kendaran-kendaraan yang bobotnya mencapai 24 ton," kata

Wakil Ketua I DPRD setempat Ponimin usai kunjungan lapangan bersama

Komisi III, Jumat (7/11/2014).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil kunjungan mereka yang

menduga kualitas proyek ruas jalan Dudukan-Ngentakrejo di bawah

kualitas standar.

Dengan rendahnya kualitas yang berakibat terjadinya kerusakan ruas

jalan akan merugikan Pemkab dan masyarakat Kulonprogo. "Saya juga

mengimbau rekanan menggunakan material lokal terutama batu dan pasir

serta koral. Untuk mendukung program bela dan beli Kulonprogo, rekanan

bisa memanfaatkan batu dan pasir dari daerah sekitar sini yang

kualitasnya sangat baik," jelasnya.

Ketua Komisi III (pembangunan) Hamam Cahyadi mendukung dan

mengapresiasi pelebaran jalan Dudukan-Ngentakrejo yang menghubungkan

wilayah Kecamatan Sentolo dan Lendah sebagai fasilitas umum guna

mendukung pengembangan wilayah tersebut sebagai kawasan industri yang

tentu saja sangat membutuhkan infrastruktur jalan bagus baik dari sisi

lebar maupun kualitasnya. Sehingga tidak cepat rusak saat dilalui

kendaraan bertonase berat.

"Kami mendukung pelebaran jalan tersebut. Karena selain faktor

pendukung yang dominan dalam pengembangan kawasan industri juga

menarik investor berinvestasi," tambahnya.

Demi terciptanya infrastruktur yang berkualitas Hamam minta DPU

melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan pembangunan

ruas jalan tersebut. Selain kualitas material dan hasil proyeknya

pengawasan terhadap waktu pengerjaannya juga harus dilakukan.

"Pengerjaan proyek tersebut harus diawasi betul agar kualitasnya bagus

dan waktu pelaksanaan pekerjaan tidak terlambat. Apalagi sekarang

sudah bulan November dan pelaksanaan waktu anggaran hanya tinggal

sekitar 1,5 bulan lagi. Diperparah dengan masuknya musim hujan yang

kemungkinan akan menghambat pekerjaan," tegasnya.(Rul)
Share:

Suapi Anak Dengan Cairan Pembersih Lantai, Sekeluarga Terkapar di RS

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Gara-gara minum cairan pembersih lantai

(Wipol), seorang ibu, Indah Nurul (33), dan dua anaknya, Muhammad

Tsani Nur (4) dan Ridwan Aditia (9), dilarikan ke RSUD Wates

Kulonprogo, Kamis (6/11) malam. Jumat kemarin (7/11/2014), tiga pasien

sekeluarga asal Tambak Triharjo Wates itu menjalani perawatan di

bangsal rumahsakit tersebut.

Informasi dihimpun dari rumahsakit itu menyebutkan, tiga pasien datang

diantar keluarganya. Ketiganya mengalami sakit pada perut, perih, mual

dan pusing, setelah beberapa menit sebelumnya meminum cairan pembersih

lantai jenis Wipol.

Namun, apa motif perbuatan itu dilakukan dan bagaimana kejadiannya,

sampai kemarin keluarga belum dapat dimintai keterangan. Sejumlah

tetangga dan nenek pasien itu mengaku tidak mengetahuinya. Sementara,

suami dan ayah pasien itu tetap bekerja di instansi pemerintah di

Kulonprogodan belum bisa ditemui.

Yang jelas, akibat meminum cairan pembersih lantai itu, kemarin

ketiganya dilaporkan sudah membaik dan sadar. Setelah diterima bagian

Instalasi Gawat Darurat pada Kamis malam, diniharinya pasien

dipindahkan ke bangsal perawatan. Kedua anak di bangsal Cempaka bahkan

sudah bisa berjalan-jalan meski tetap menggunakan selang dan infus.



Pengakuan Ridwan, salah satu pasien anak, dia meminum cairan pembersih

lantai karena diberikan oleh ibunya. Menurutnya, cairan itu diminum

menggunakan sendok. "Diberi pakai sendok," katanya, sembari terbaring

di bangsal Cempaka kemarin.

Laura Christanti, dokter residen anak yang menangani keduanya,

mengatakan, peristiwa itu terjadi bersamaan dengan sang ibu yang juga

meminum cairan tersebut. Berdasarkan keterangan pasien, menurutnya,

memang benar ibunya meminum, kemudian juga memberikannya pada dua

anaknya.

"Belum tahu alasannya meminum. Tapi kondisi anak sudah bagus. Hanya

masih merasakan agak nyeri di perut," katanya.

Kepala Bangsal Edelweis, Nurwahid, yang menangani pasien dewasa,

mengatakan ibu anak-anak itu, Indah Nurul seperti dua anaknya, juga

mengalami intoksitasi pembersih lantai. "Secara umum ketiganya sadar

penuh. Sekarang memakai selang untuk cuci lambung," ujarnya.

Wakil Direktur Pelayaanan Medis RSUD Wates, Witarto, menyampaikan,

ternyata pasien keracunan setelah meminum pembersih lantai jenis

Wipol. Dia menduga, dua anak diberi cairan itu tidak terlalu banyak

karena saat ini kondisinya cepat membaik.

"Kondisinya mulai stabil. Tapi bagaimana kejadiannya belum bisa

ditanya karena trauma," katanya. (*)
Share:

Puluhan Personel Kodim 0731 Cabut Paku di Pohon

Harianjogja.com, KULONPROGO-Puluhan personel Kodim 0731 Kulonprogo

mencabut ratusan paku yang tertancap di pepohonan di kawasan Alun-alun

Wates dan jalan-jalan utama, Jumat (7/11/2014).

Kegiatan ini dilakukan serentak oleh personel yang berada di bawah

jajaran Kodam IV Diponegoro untuk membersihkan lingkungan dan

mewujudkan pohon yang sehat di lingkungan sekitar.

Pasiter Kodim 0731 Kulonprogo Kapten CPL Wasito menuturkan pencabutan

paku dilakukan sesuai dengan perintah Danrem 072 Pamungkas. Tujuannya,

dalam rangka menjaga kesehatan pohon, mengingat pohon adalah makhluk

hidup.

"Bisa dibayangkan bagaiaman kalau makhluk hidup tertancap paku, oleh

karena itu kami membersihkannya," ujarnya.

Diakuinya, kegiatan pencabutan paku baru pertama kali dilakukan

jajaran Kodim 0731 Kulonprogo dan diperkirakan jumlah paku yang

tertancap di pepohonan di atas 500-an buah.

Satu pohon, kata Wasito, rata-rata lebih dari lima paku. Pencabutan

paku dilakukan dengan menggunakan batang besi, tang, dan batu,

tergantung dari jenis dan bentuk paku yang tertancap.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru mengungkapkan paku

yang tertancap di pohon biasanya digunakan untuk menempelkan reklame

yang tidak berizin. Dikatakannya, penertiban rutin dilakukan DPPKA,

baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan Satpol PP.
Share:

Thursday, November 6, 2014

Dapat Bantuan Rp900 Juta, Ini Rencana Pasar Watu Ombo

Harianjogja.com, KULONPROGO-Rencana revitalisasi pasar tradisional

melalui koperasi untuk Pasar Watu Ombo di Desa Salamrejo segera

dilakukan.

Program tersebut merupakan program yang dilakukan Kementerian Koperasi

dan Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk pengembangan pasar.

Ketua Koperasi Unit Desa (KUD) Gangsar Sentolo Harowi Muhyati

mengatakan, KUD ini ditunjuk sebagai penerima program melalui anggaran

tahap kedua. Penetapan tersebut telah ditetapkan melalui SK Deputi

Menteri Koperasi dan UKM Bidang Pemasaran dan Jaringan Usaha

No.291/Kep/Dep.4/IX/2014.

"Dalam waktu dekat Pasar Watu Ombo akan segera direvitalisasi dengan

menambah sarana usaha," ujar Harowi kepada wartawan, Selasa

(4/11/2014).

Harowi mengatakan, sebelumnya sosialisasi rencana pengembangan pasar

telah dilakukan bersama pihak Kementerian Koperasi dan UKM. Untuk

merevitalisasi pasar tersebut, dana yang diterima sebesar Rp900 juta.

Menurut dia, dana tersebut hanya digunakan untuk pembangunan fisik

berupa 20 unit kios, dua unit los dan dua unit toilet. "Pelaksanaan

pembangunan dilakukan secara swakelola dan jangka waktu pelaksanaan

selambat-lambatnya 90 hari," jelas Harowi.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kulonprogo Sri Hermintarti mengatakan,

program revitalisasi pasar tradisional merupakan program strategis dan

prioritas nasional.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, tujuan dari program itu adalah

memberdayakan koperasi, meningkatkan sarana usaha bagi pedagang

anggota koperasi dan meningkatkan kenyamanan berbelanja.

"Harapannya pasar itu akan terkesan bersih, nyaman, tidak kumuh, tidak

bau dan tidak becek. Selain itu, tujuan penting dari program tersebut

adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat," jelas Hermin.

Hermin juga mengharapkan agar para pedagang di Pasar Watu Ombo juga

dapat meningkatkan diri. Dia mengatakan, peningkatan itu tidak hanya

dalam jumlah dan jenis barang dagangannya saja, tetapi juga frekuensi

serta lama berjualan.

"Kami juga berharap agar koperasi juga dapat membuka pelayanan simpan

pinjam di Pasar Watu Ombo, sehingga kebutuhan pinjaman modal usaha

para pedagang dapat dicukupi dari koperasi dan pedagang akan terbebas

dari rentenir," imbuh Hermin.
Share:

Wednesday, November 5, 2014

Daging Ikan Paus itu Dibuat Tongseng

WATES ( KRjogja.com) -Setelah disembelih dandibethethi,ikan paus yang

terdampar di kawasan pesisir Pantai Karangwuni Wates, dagingnya

dipotong-potong lalu dibagi-bagikan kepada warga sekitar. Lantas

diapakan daging itu? Pasti untuk lauk makan.

"Akan saya buat tongseng," kata Mujiarti, salah satu warga yang

mendapat pembagian daging itu.

Mujiarti sendiri mengaku penasaran terhadap rasa daging ikan paus.

Sebab ia baru pertama kali melihat tekstur daging ikan itu dan akan

memasaknya. "Saya penasaran ingin mencicipi dagingnya," tambahnya.

Menurut warga yang juga mantan kades, Winarto, anak ikan paus

ditemukan warga dalam kondisi mati di kawasan pesisir pantai

Karangwuni. "Karena sudah mati, ikan akan dikubur, tapi atas

kesepakatan warga, ikan dipindahkan memakai kendaraan bak terbuka ke

pinggir pantai dan akhirnya ikan disembelih dan dagingnya dibagi,"

ujar Winarto. (Wid)
Share:

Tuesday, November 4, 2014

Ingin Jawaban atas 12 Permohonan, IKB PPLP Ancam Tolak Konsultasi Publik

Harianjogja.com, KULONPROGO-Warga dan petani terdampak pembangunan

bandara berharap 12 persyaratan yang diajukan kepada Bupati

Kulonprogo Hasto Wardoyo, segera mendapatkan kepastian jawaban.

Apabila kepastian tidak kunjung dipenuhi, warga yang tergabung dalam

Ikatan Keluarga Besar Pemilik Lahan dan Petani Penggarap (IKB PLPP)

Desa Palihan, Temon itu akan menolak tahapan konsultasi publik.

Ketua IKB PLPP Kalisa Paraharyana mengatakan, warga terdampak proyek

tersebut belum merasa puas terhadap hasil audiensi dengan Bupati pekan

lalu. Pada audiensi tersebut, IKB PLPP mengajukan 12 persyaratan

kepada pihak pemerintah Kulonprogo.

"Kami ingin 12 persyaratan yang kami ajukan segera ada kepastian.

Apabila belum ada kepastian, maka warga sepakat untuk tidak mengikuti

tahapan tersebut [konsultasi publik]," ujar Kalisa kepada wartawan,

Senin (3/11/2014).

Kalisa mengatakan, 12 persyaratan tersebut merupakan permintaan warga

terkait nasib mereka usai pembangunan bandara dilaksanakan. Dia

mengatakan, warga menginginkan agar permohonan warga dapat disepakati

dalam nota kesepakatan.

"Warga terdampak [proyek bandara] tetap menuntut 12 permohonan

tersebut untuk segera terwujud suatu kepastian dalam nota

kesepakatan," jelas Kalisa.

Sekretaris IKB PLPP Mawarno mengatakan, rencana pelaksanaan tahapan

konsultasi publik akan dilakukan pada minggu ketiga pada November ini.

Sebelum dilakukan tahapan tersebut, dia berharap adanya kejelasan

sikap dari Pemkab untuk dapat segera menindaklanjuti hal tersebut.

Lebih lanjut dia menegaskan, pada dasarnya IKB PLPP tidak anti

terhadap rencana pembangunan bandara, tetapi anti terhadap penindasan.

Kejelasan persyaratan yang diajukan warga tersebut diharapkan dapat

keluar dalam sebuah kesepakatan yang memiliki kekuatan hukum.

"Apapun bentuk kesepakatannya, yang terpenting memiliki kekuatan

hukum. Tujuannya agar kesepakatan tersebut dapat dibuktikan nantinya

apabila ada permasalahan dikemudian hari," kata Mawarno
Share:

Komisi III DPRD Kabupaten Kulonprogo dukung pembangunan jembatan ngelo

KULONPROGO ( KRjogja.com) -Rencana pembangunan jembatan Ngelo di

Pedukuhan Kalibondol Sentolo didukung oleh Komisi III DPRD Kabupaten

Kulonprogo. Sebab bila jembatan sudah berfungsi, menjadi solusi

strategis untuk mengatasi padatnya arus lalu lintas di depan pasar

Sentolo lama. Terutama pada jam-jam sibuk atau ketika ada kereta api

yang melintas di palang pintu sebelah barat pertigaan Sentolo.

Jembatan tersebut rencananya akan melintasi jalur rel kereta api di

sebelah barat perempatan Ngelo Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo bakal

dibangun tahun 2015. Ini mendatangkan fungsi yang menghubungkan ruas

jalan dari pasar Sentolo lama ke arah perempatan Ngelo.

Ketua Komisi III Hamam Cahyadi ST menyatakan pihaknya mendukung

pembangunan jembatan ini. "Sebab akan menjadi solusi untuk mengurangi

kepadatan ruas jalan Sentolo-Wates yang di saat jam-jam sibuk memang

sudah cukup padat,"kata Hamam Cahyadi ketika kunjungan kerja (kunker)

di lokasi pembangunan jembatan itu.

Disamping Hamam, kunker diikuti pula Wakil Ketua Komisi Sugiyanto,

Sekretaris Komisi Sarkowi dan anggota Arif Syarifudin. Sedangkan dari

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo hadir Kabid Bina Marga Ir Gusdi

Hartono MT dan Kasi Pemeliharaan dan Pembangunan Jembatan Yuniar

Wibowo Amd.(Wid)
Share:

Central Business District, Dekso Diharapkan Kompetitif

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Sebagai wilayah strategis, Dekso menjadi

penghubung perdagangan hasil komoditas bagi daerah di sekitarnya,

yaitu Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang ke wilayah lain di

Kulonprogo maupun ke daerah lain. Karena posisinya mampu sebagai

wilayah penyedia barang dan jasa bagi daerah hinterland di sekitarnya.



Hal itu disampaikan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) dalam

jawaban bupati terhadap pendapat panitia khusus dan pemandangan umum

fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang

(RDTR) Kawasan Bagian Wilayah Perkotaan Dekso Tahun 2014-2034 dalam

rapat paripurna (Rapur) DPRD, Senin (03/11/2014) di gedung Dewan

setempat. Rapur dipimpin Ketua DPRD Akhid Nuryati, dihadiri Wabup Drs

H Sutedjo serta segenap Kepala SKPD di lingkungan Pemkab.



"Rencana penataan ruang yang tepat dan dukungan infrastruktur berupa

jalan, air, listrik serta sarana prasarana pendukung aktivitas

terhadap zona perdagangan barang dan jasa, maka diharapkan wilayah

perkotaan Dekso Kompetitif sebagai Central Business District (CBD),"

tuturnya.



Ditambahkan Hasto, penetapan RDTR bagi Dekso, merupakan pula upaya

untuk menstimulir masuknya investasi guna mendorong perkembangan

perekonomian bagi wilayah Dekso dan kawasan Perbukitan Menoreh secara

umum. "Sehubungan perkotaan Dekso merupakan pusat kawasan agropolitan

dan pintu gerbang kawasan wisata Menoreh, maka investasi diharapkan

adalah yang berhubungan dengan bidang pertanian dan pariwisata. Baik

yang bergerak dalam bidang jasa, perdagangan maupun industri sesuai

fungsi kawasan," ujar Hasto.

Dipaparkan Hasto, sejak tahun 2012 Pemkab Kulonprogo sudah menyusun

tujuh draf Raperda RDTR, yakni Dekso, Temon, Wates, Sentolo,

Nanggulan, Brosot dan Lendah. Selain itu dua draf Raperda RDTR kawasan

strategis yakni kawasan bandara dan kawasan industri Sentolo. Tapi

draf tersebut belum ditetapkan menjadi Perda karena itu belum bisa

dipublikasikan.(Wid)
Share:

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results