Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Friday, February 19, 2016

Raskin Kulonprogo di Kecamatan Kalibawang, diantar sampai ke tingkat dusun


Harianjogja.com, KULONPROGO-Semua desa di Kecamatan Kalibawang telah mengalokasikan biaya pengangkutan bantuan beras miskin (raskin) melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).
Dinas Sosial, Tenaga Kerja, dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Kabupaten Kulonprogo berharap inisiatif serupa juga ditiru pemerintah desa di kecamatan lain.
Kepala Bidang Sosial Dinsosnakertrans Kulonprogo, Nur Hadiyanto mengatakan, penyaluran raskin hanya dilakukan Bulog hingga titik distribusi yang terletak di masing-masing balai desa.
Umumnya, setiap Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) kemudian mengambil sendiri jatah raskin mereka. Namun, pola yang diterapkan di Kalibawang agak berbeda.
Setiap pemerintah desa mengalokasikan biaya pengangkutan raskin dari balai desa menuju masing-masing dusun yang ditetapkan sebesar Rp1.500 per karung.
Kebijakan khusus itu dianggap memperlancar pendistribusian raskin. Meski begitu, Nur mengungkapkan jika baru Kalibawang saja yang menerapkannya.
“Hanya Kalibawang yang sudah melaporkan. Kami belum mengecek lagi apakah desa-desa di kecamatan lain juga seperti itu,” kata Nur, Selasa (16/2/2016).
Nur memaparkan, setiap pemerintah desa diberikan ruang yang luas untuk mendukung kelancaran penyaluran raskin agar benar-benar sampai kepada setiap RTSPM. Otonomi desa dapat dimanfaatkan untuk menyusun dan menerapkan kebijakan yang barang kali tidak terjangkau oleh Pemkab Kulonprogo.
“Sebenarnya sudah ada kader raskin di setiap dusun. Selain bertugas membantu pembagian raskin, mereka juga mengawasi kualitas berasnya,” ujar Nur.
Editor:  | dalam: Kulon Progo |
Share:

Polisi di Kulonprogo Temukan Daging Babi Dicampur Daging Sapi di Kios Pasar


TRIBUNNEWS.COM, KULONPROGO- Jajaran Polsek Wates,Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengamankan belasan kilogram daging sapi bercampur daging babi dari kios di Pasar Bendungan, Wates, Kamis (18/2/2016) siang.
Seorang penjual berinisial S ditahan untuk diperiksa lebih lanjut.
Kanit Reskrim Polsek Wates, AKP Sunarso, mengatakan, berdasarkan penyelidikan, penjual diduga kuat mencampur daging sapi dengan daging babi.
Saat penggerebekan, di dalam kios ditemukan sekitar 16 kilogram daging babi tersebut.
"Sampel sudah kami kirim ke BBVET (Balai Besar Veteriner)," katanya di lokasi. Saat ini, kios itu pun ditutup dan dipasang garis polisi. (tribunjogja.com/Yoseph Hary W)

Share:

BANDARA KULONPROGO Pengamanan Pemasangan Patok Dianggap Berlebihan


Puluhan warga terdampak pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA) mendatangi rumah dinas Bupati Kulonprogo,

Bandara Kulonprogo untuk pengamanan saat pemasangan patok diprotes.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Wahana Tri Tunggal (WTT) menilai pemasangan perapatan patok bandara di wilayah Desa Glagah dan Palihan, Kecamatan Temon, Selasa (16/2/2016) berlebihan. Pengamanan yang diwarnai aksi kekerasan dinilai melanggar kode etik dan disiplin kepolisian.


Salah satu tokoh WTT, Purwinto mengaku kecewa dan menganggap sistem pengamanan oleh aparat kepolisian berlebihan. Dia pun menegaskan jika laporan keberatan kepada Propam Polda DIY dan Komnas HAM bakal dilakukan secepatnya.

Purwinto lalu memaparkan, pemerintah pusat perlu membuka mata lebih lebar terhadap permasalahan yang ada dalam persiapan pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA). Menurutnya, selama ini pemerintah hanya mendengarkan laporan dari tim pelaksana dan menganggap tidak ada permasalahan berarti. Padahal, dia mengklaim ada sekitar 500 orang yang menyatakan sikap penolakan.

“Rencananya mahasiswa di Jogja juga akan melakukan aksi untuk menyuarakan permasalahan rencana pembangunan bandara agar bisa didengar pemerintah pusat,” kata mantan ketua WTT itu.


Sebelumnya, Kapolres Kulonprogo, AKBP Nanang Djunaedi menegaskan jika pengamanan telah dilakukan sesuai prosedur. Pihaknya juga sudah mengimbau warga penolak agar tidak menghalangi petugas atau aparat akan bertindak tegas.

Editor: Mediani Dyah Natalia
Share:

Thursday, February 18, 2016

Konflik Agama di Kulonprogo Mungkin Terjadi, Ini Pemicunya

Harianjogja.com, KULONPROGO-Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kulonprogo, Muntachob menilai kerukunan umat beragama di Kulonprogo sepanjang 2015 lalu relatif kondusif. Kendati demikian, masyarakat perlu mewaspadai sejumlah persoalan.

jual CD resep masakan
Dalam pengamatannya, masyarakat Kulonprogo cenderung tidak mudah terprovokasi sehingga hampir tidak ada perkara yang berkepanjangan. Namun, tegas dia, masyarakat tetap perlu selalu mewaspadai sejumlah faktor yang bisa mengusik kerukunan umat beragama. Di antaranya adalah perkawinan antar pemeluk agama yang berbeda, pendirian tempat ibadah, kasus penistaan agama, perbedaan kepentingan politik, serta konflik sosial budaya lainnya.
“Kegiatan sosial oleh kelompok agama tertentu yang sasarannya kalangan lintas agama juga bisa menjadi pemicu jika tidak transparan,” ucap Muntachob, Kamis (18/2/2016)
Masyarakat juga diminta lebih hati-hati terhadap pendatang yang membawa ajaran agama tertentu, terlebih jika terdapat perbedaan pada pola ibadah maupun ajaran lainnya.
“Pemerintah dan tokoh masyarakat diharapkan berupaya meningkatkan pemahaman beragama masyarakat agar tidak mudah terbujuk aliran menyimpang. Eksklusivisme, fanatisme, dan radikalisme juga bisa memicu konflik umat beragama,” papar Muntachob.
Sementara itu, Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Kulonprogo, Tri Wahyudi pun sepakat jika eksklusivisme dapat menjadi faktor yanggancam kerukunan umat beragama.
“Misalnya saat ada kelompok tertentu yang tidak membuka diri dengan kelompok lain atau masyarakat umum serta mengabaikan ajaran dan pola kebiasaan masyarakat di suatu wilayah,” papar Tri.
Editor:  | dalam: Kulon Progo |
Share:

Ekspor Udang Vaname Ditolak Meksiko, Kulonprogo Lacak Penyebabnya


Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Antara)
Ekspor udang vaname asal Kulonprogo ditolak Meksiko
Harianjogja.com, KULONPROGO- Pemerintah Kabupaten Kulonprogo, Daerah Istimewa Yogyakarta, melacak mata rantai produksi udang vaname dari hulu sampai hilir menindaklanjuti informasi bahwa ekspor lima ton udang vaname ditolak Meksiko karena diduga terserang virus myo.
Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo, mengatakan infeksi virus bisa terjadi pada setiap rantai produksi dari hulu sampai hilir.
“Oleh karena itu perlu dilacak rantai pengelolaannya dari hulu [kolam] sampai hilir pengemasan dan pemasarannya,” kata Hasto.
Menurut dia, persoalan ini sangat sensitif, jangan sampai mematikan produksi di Kabupaten Kulonprogo.
“Mata rantai mana yang terekspose virus harus dilacak sebelum menyalahkan petani,” katanya, seperti dikutip dari Antara.
Kabid Perikanan dan Budi Daya Dinas Kelautan, Perikanan, dan Peternakan ( DKPP) Kulonprogo Leo Handoko mengatakan ada informasi yang berkembang udang vaname dari Jangkaran, Kecamatan Temon, sebanyak lima ton ditolak di Meksiko yang disebabkan virus myo.
“Saat ini kami sedang menelurusi kebenarannya,” kata Leo.
Ia mengatakah ekspor udang dari Kulonprogo melalui eksportir dari Cilacap, Jawa Tengah, bukan warga langsung. Apakah udang tersebut berasal dari Kulonprogo.
“Kemungkinan sangat banyak. Hal ini dapat dimungkinkan persaingan pedagang. Di sepanjang pantai selatan ini, berkembang pesat tambak udang, tidak hanya di Kulonprogo. Makanya, kami menelurusi informasi di lapangan. Kami menerima informasi baru Rabu [17/2/2016] dan langsung kami tindaklanjuti,” kata Leo.
Ia mengatakan berdasarkan hasil pemantauan, pihaknya tidak menemukan adanya virus myo. Makanya, dirinya dan petugas lain kaget setelah mendapat informasi yang mengatakan udang dari Kulonprogo ditolak di Meksiko.
“Faktanya, belum ada virus myo di lapangan. Informasi ini kami gunakan untuk penelurusan di lapangan. Nanti Dinas Kelautan dan Perikanan DIY akan turun untuk melakukan investigasi,” kata dia.
Editor:  | dalam: Kulon Progo |

Share:

Cegah DBD, Manfaatkan Drainase untuk Pelihara Ikan


PROGRAM UGADI
Harianjogja.com, KULONPROGO- Selain sebagai saluran pembuangan air, SKPD Pemkab Kulonprogo manfaatkan drainase kantor sebagai kolam ikan untuk cegah perkembangan penyakit demam berdarah (DBD).
Ini sebagai salah satu cara pemberantasan sarang nyamuk yang mungkin berkembang dalam saluran tersebut.
Sejumlah pejabat menabur 400 benih ikan nila merah di saluran drainase di lingkungan kantor Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Kulonprogo pada Rabu (17/2/2016).
Sebelumnya, drainase ini telah dibenahi sehingga sesuai dengan kebutuhan tersebut. Hal ini dilakukan untuk memperindah lingkungan dan meminimaslisasi perkembangan jentik-jentik.
Kepala Bagian Umum Setda Kulonprogo, L Bowo Pristiyanto menyatakan bahwa ini merupakan suatu langkah uji coba. “Selain sebagai hiasan, juga sebagai media pembunuh nyamuk,” ujarnya.
Ia juga menguraikan bahwa mendatang akan dilakukan pembenahan untuk menjadi kolam.
Editor:  | dalam: Kulon Progo |
Share:

Saturday, January 30, 2016

Traveled to Yogyakarta while Learning How Safe Driving

YOGYAKARTA - The behavior of safe driving is now the main thing that is being aggressively done by many parties, including the automotive industry. Though initially somewhat difficult, education is now safe driving (safety riding) started to be considered important by some people. In fact, Astra Motor Safety Riding Center (SRC) in Yogyakarta started to become a choice tourist destination by vacationers from outside the city.
Safety Riding Analyst Astra Motor Yogyakarta Muhammad Ali Iqbal explained that there are more than 10 groups of tourists or approximately 1,500 visitors from out of town who visited the SRC at the end of last year.
"Most are school groups who are on vacation or work from outside Yogyakarta travel. They took time to learn about safety riding, in the midst of their agenda traveled, "Iqbal said in a statement.
Iqbal said that the educational tour like this trend will increase. This is because there are already some of the local tourism bureau outside Jogja as of Pemalang, Lumajang, Wonosobo, even Lampung began offering safe driving training in Safety Riding Center has become one of the tourist destinations.
Being an educational excursion options, any participants in the educational program at the SRC will get a series of related safety riding training in riding a motorcycle.
The training is provided free of charge or for free and tutored by experienced instructors using a standard Honda facilities.
"In the future, we would like to invite all the people of Jogja who want to learn about safety riding both government agencies, private institutions, communities, students, and students to take advantage of this facility. So that later, together we can achieve a safe traffic Indonesia, "added Iqbal.
Astra Motor Safety Riding Centerterletak in Jalan Sudirman No. 99, Yogyakarta.
(tons)

Share:

SATE Samirono: Taste does not change with Masa (24 Hours Nonstop)


Goat meat is believed by many to be able to raise the energy in the body so that it can move back more excited. But there are some who say if the goat meat raises the risk of hypertension. Wait, wait, Eat Mania! Apparently from the research indicate if the brain, viscera, and the skin was the main cause of hypertension. Mutton ranks fourth. Still dare to eat satay?
image
Culinary Jogja was complete which also serves meals and chicken satay. There is one shop that is famous by the legendary delicious flavor and atmosphere that makes you comfortable and at ease to eat with the family. His name, Warung Sate Samirono located at 105 Colombo Street, near the GOR UNY.Eat Mania is easy to see this shop because it is affordable and green colored paint stall that easily meet.
RASA were NEVER CHANGED
image
This culinary efforts hereditary one that makes the chicken satay and never changed from time to time.Typical soy sauce and beans, the meat is cut into large, always be memories of anyone childhood eat.Satenya presentation along with shredded cabbage, tomatoes, and onions make satay Samirono want to be resolved by you.
Here are some of the menus that can Eat Mania select and enjoy. Prices vary from eight thousand to twenty thousand rupiah. Welcome to taste the culinary Jogja, Eat Mania!
Menu Meat Goats
Sate mutton, lean mutton satay, fried mutton satay, satay buntel goat, lamb roll, tongseng, gule, tengkleng, and fried goat. fried rice and mutton.
Menu Chicken
Satay chicken, lean chicken satay, fried chicken satay, tongseng chicken, chicken fried rice.
Menu Beef

satay beef, lean beef satay, fried beef satay, tongseng beef, lean ground tongseng.
Share:

GATOT: eat, Missing heartburn?


image
That said, anyone who eat typical food gatot Gunung, ulcer disease will disappear. What causes gatot made from cassava that could reduce the pain caused Maag? Here's the secret!
Gatot fact the rest of the manufacturing process Tiwul less than perfect. This is due to incomplete drying.Well, by residents of Gunung, residue lot of people will throw further enhanced price with reworked.
How made, cassava dried to be dried cassava. Soak with whiting for 12 hours or overnight. Wash thoroughly and cut into tiny little then steamed for two hours. Once cooked, dried cassava that is so wide gatot place in container until cool. Eat very easily by adding shavings sugar and brown sugar and grated coconut. It was, very tasty and filling!
image
image
SECRET PAIN bulldoze MAAG
Editors wondered why could gatot heal stomach ulcers. From the information obtained, gatot have long-term satiating effect. Medically, the digestive tract takes a long time to process food into the stomach.This is what makes gatot can cure ulcer disease.
To get gatot, Eat Mania can slide to some traditional markets in Gunung Kidul. Stock very abundant. The most famous is in Jalan Scout No. 36 Wonosari. Price per besek only five thousand rupiah to fifteen thousand rupiah. Cheap is not it?
Additionally, gatot now packaged in the form of fast food. So, Eat Mania can get home to cook for family and friends. Good luck, Eat Mania!
Jogja culinary greetings!

Share:

CULINARY TOUR VILLAGE Pringwulung: Spot Culinary shooting Suitable For Dating


image
Try to Eat Mania who are in love trying to come to the village of Culinary Pringwulung. Valley or shack eating place is very romantic. You both just select from several stalls in the village. There's Sausage House, Swimming Milk, Mbok Limboek, Valley Bamboe, and others. Ask your spouse, 'Honey to select which one?' while around the bustling village will Culinary visitors, especially in the evening and reached its peak on weekends.
Atmosphere of the village one of the main goals of culinary Jogja location is very beautiful and comfortable. Open since 4 pm until 12 pm, very suitable for PDKT vehicle, firing girlfriend, or applying for a lover. You are singles should not be discouraged. Here, you can also create crowded places crowded hang out with friends and family.
image
If you are interested, these roads are impassable to reach the village of Culinary Pringwulung very easy.
UIN Sunan Kalijogo from the junction at Jalan Solo glide toward Amplaz. There is a fork in the direction Nologaten take the left. Luruslah continues to be a T-junction and take a left. Right after the bridge in the village where Culinary Pringwulung.
Congratulations making love in this romantic place, huh! Hopefully destined.
Greetings Eat Culinary Jogja!
Share:

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results