Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Wednesday, May 20, 2015

CPNS 2015 : Tak Lolos CPNS 2014, 119 K2 Ikuti Seleksi Pasca-Lebaran

Harianjogja.com, KULONPROGO– Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara

dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan) RI akan membuka kembali tes Calon

Pegawai Negeri Sipil (CPNS). Sebanyak 119 pegawai honorer K2 di

Kulonprogo berkesempatan mengikuti tes tersebut.

Kabid Perencanaan dan Pengembangan Badan Kepegawaian Daerah (BKD)

Kulonprogo Sarji mengatakan informasi pasti terkait pembukaan CPNS

secara umum belum diketahui. Dia mengatakan, menurut informasi di

website Kemenpan, seleksi CPNS akan difokuskan untuk pegawai honorer

K2.

"Kalau untuk [seleksi] yang umum, masih belum dapat dipastikan.

Namun, pastinya yang akan dibuka adalah untuk pegawai K2 yang pada

proses seleksi tahun lalu tidak lulus. Seleksinya kemungkinan

pasca-Lebaran," ujar Sarji saat ditemui di kantornya, Selasa

(19/5/2015).

Sarji mengungkapkan pada seleksi CPNS tahun lalu, Kulonprogo

menyisakan 119 pegawai K2. Pada seleksi pembukaan CPNS lalu, ratusan

pegawai honorer itu tidak lolos seleksi. Harapannya, pada tahun ini

dapat mengikuti kembali.

Pengisian kekosongan formasi CPNS Kulonprogo difokuskan pada pelayanan

dasar. Lebih lanjut Sarji mengatakan, kekurangan pegawai di lingkungan

Pemkab Kulonprogo cukup banyak, terutama di tingkat pelayanan dasar

seperti tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan. Dia menambahkan, pada

tahun ini ada 849 formasi yang diajukan ke Menpan untuk pembukaan CPNS

2015.

"Alokasi terbesar untuk tenaga pendidikan mencapai 326 formasi, paling

banyak untuk guru SD dengan kebutuhan mencapai 252 formasi. Sedangkan

untuk tenaga kesehatan kebutuhannya mencapai 426 formasi," papar

Sarji.

Sarji mengungkapkan kebutuhan pegawai baru mendesak dilakukan.

Pasalnya, jumlah pegawai yang pensiun juga banyak. Pegawai pensiun

terbanyak adalah dari guru sekolah, paling tidak setahun bisa mencapai

150 orang. Sarji menambahkan, tahun ini jumlah pegawai yang pensiun

mencapai 150 orang.

"Sebagian besar (pensiunan) adalah guru, ada sekitar 130 an orang yang

pensiun," jelas Sarji.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Sumarsana

mengatakan, kebutuhan tenaga pendidik sangat banyak, terutama untuk

jenjang sekolah dasar. Setidaknya, kebutuhan guru sekolah dasar

mencapai lebih dari 200 guru. Untuk menutupi kekurangan guru, sekolah

dapat membuka kesempatan para sarjana pendidikan untuk mengajukan diri

sebagai tenaga pendidikan kontrak.

Sumarsana menambahkan, sarjana pendidikan tersebut akan diberikan

Surat Keputusan Kepala Sekolah dan perjanjian kerja dengan masa

pengabdian terbatas. Dia mengungkapkan, solusi ini diperbolehkan,

karena dalam kompetensi tersebut ada alokasi anggaran 15% untuk guru

berstatus pegawai yang diikat dengan perjanjian kerja.

"Sumber dana dari BOS dengan alokasi 15 persen. Isi perjanjian

kontraknya mencantumkan, apabila dalam rentan waktu tertentu ada

penetapan guru oleh pemerintah, otomatis yang bersangkutan [sarjana

pendidikan] berhenti," tandas Sumarsana
Share:

VIDEO PENGHINAAN : Mantan Cabup Kulonprogo Geram Dicemarkan Nama Baiknya

Harianjogja.com, KULONPROGO– Sebuah video berisi foto slide mantan

calon Bupati Kulonprogo, Suprapto, bertuliskan kata-kata yang dianggap

mengandung unsur penghinaan menyebar di situs media sosial Youtube.

Atas persoalan itu, PBY, 40, warga Derwolo, Pengasih dilaporkan ke

Polres Kulonprogo dengan laporan pencemaran nama baik.

Kasat Reskrim Polres Kulonprogo Ricky Boy Sialagan membenarkan laporan

tersebut. Dia mengatakan, Suprapto melaporkan masalah yang menimpanya

pada, Senin (18/5/2015). Dalam aduannya, Suprapto turut menyerahkan

barang bukti berupa softcopy video yang dimaksud.

"Kami masih mendalami dan menyelidiki persoalan tersebut," ujar Ricky

kepada wartawan, Selasa (19/5/2015).

Dalam laporannya, Suprapto mengaku, dicemarkan nama baiknya dalam

video yang diunggah. Ada dua video yang diunggah dan menampilkan slide

foto tentang dirinya disertai sejumlah tulisan. Salah satu video

menuliskan, Waspadalah terhadap orang ini calon bupati gagal, penipu,

perampas yang berkedok pendidikan langsung kerja dengan membuka UGAMA,

GAMA, ASMI, IKMIII, ABAKOM, Golden Ways.

Ricky mengatakan, barang bukti softcopy sudah sampai ke tangan polisi.

Pengecekan video tersebut juga sudah dilakukan oleh penyidik. Namun,

saat ini pihak terlapor belum dipanggil dan dimintai keterangan.

"Kami belum memeriksa terlapor karena masih harus mendalami kasus

ini," kata Ricky.

Sesuai laporan yang disampaikan, kasus tersebut akan mengacu pada

undang-undang tentang informasi dan transaksi elektronik. Kapolres

Kulonprogo AKBP Yulianto menegaskan, Polres siap untuk mengungkap

kasus itu. Apabila diperlukan, akan meminta bantuan ke Polda DIY untuk

mengungkap kasus tersebut.

Yulianto menambahkan, pemeriksaan penyidik masih fokus pada

pemeriksaan pelapor, yakni Suprapto. Nantinya, penyidik akan memanggil

saksi-saksi yang diajukan pelapor. Dia mengatakan, jika pemeriksaan

setidaknya terhadap dua saksi selesai, selanjutnya penyidik akan

melakukan pemanggilan terhadap pelapor.

"Pemanggilan pelapor, kami harap dapat dilakukan minggu depan," jelas Yulianto.
Share:

HIV/AIDS di Kulonprogo, Bagai 'Gunung Es

KULONPROGO ( KRjogja.com) -Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan,

Kabupaten Kulonprogo sampai dengan bulan Desember 2014 kumulatif kasus

HIV/ AIDS adalah 137 kasus, dengan 85 kasus HIV dan 52 kasus AIDS.

"Angka ini baru kasus yang terlaporkan secara resmi dan hal itu masih

belum menggambarkan keseluruhan yang ada di masyarakat," kata Ketua

Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kulonprogo Drs H Sutedjo.

Menurut Sutedjo, permasalahan HIV dan AIDS ibaratnya seperti fenomena

gunung es, masalah yang dihadapi sebenarnya besar dan membahayakan

dibandingkan apa yang tampak serta terlihat di mata.

"Jika selama ini banyak pihak menganggap masalah HIV dan AIDS belum

merupakan masalah kita, maka sekarang harus sadar bahwa ternyata

masalah tersebut sudah ada diantara kita dan harus siap menghadapi

kenyataan HIV/AIDS akan terus berkembang dan meluas."

Dia menjelaskan epidemi HIV yang telah merenggut nyawa, jumlahnya

terus meningkat. Karena itu, perlu memikirkan pentingnya upaya

pencegahan penularan HIV/AIDS supaya dapat menghambat laju pandemik

HIV/AIDS dan diambil langkah penanggulangannya.

"Perlu juga bersikap tidak menstigma dan tidak mendiskriminasikan ODHA

melainkan memberi dukungan dan Orang yang hidup dengan HIV/AIDS

(OHIDHA) untuk tetap hidup dan terus berkarya," ujar Sutedjo.(Wid)
Share:

Tuesday, May 19, 2015

Masyarakat Kulon Progo rintis wisata Curug Setawing

Kulon Progo (ANTARA News) - Masyarakat Jonggrangan, Desa Jatimulyo,

Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, merintis objek

wisata Curug Setawing dengan menawarkan keindahan alam berupa air

terjun dengan ketinggian 50 meter.

Curug Setawing berada di kaki Bukit Menoreh, airnya masih alami,

bersih, dan belum tercemar.

"Sebenarnya, Curug Setawing sudah ada sejak dulu, awalnya tertutup

semak belukar. Setelah banyak muncul potensi wisata, remaja membukanya

dan ternyata banyak dikunjungi," kata tokoh masyarakat Jonggrangan Muh

Alim di Kulon Progo, Selasa.

Dia menjelaskan wisatawan dapat mencapai objek wisata tersebut dengan

akses jalan yang mudah.

Untuk mencapai objek tersebut, wistatawan hanya butuh kewaspadaan

karena banyak tanjakan dan turunan. Ketika sampai di Kecamatan

Girimulyo, pengunjung tinggal meneruskan perjalanan menunju

Jonggrangan dalam beberapa menit saja.

Dari arah Godean atau Yogyakarta, wisatawan bisa ke barat melewati

Jembatan Ngapak, Nanggulan, dilanjutkan ke barat hingga mencapai Pasar

Jonggrangan.

Lokasi Curug Setawing yang berada di belakang komplek permukiman

membuat pengunjung harus berjalan sekitar 200 meter. Jalan secara

santai itu pun akan menjadi pemanasan, sebelum akhirnya bisa mandi dan

bermain air tepat di bawah air terjun.

"Kami belum mematok retribusi. Pengunjung hanya disediakan kotak dana

sukarela. Dana inilah yang dipakai untuk mengembangkan wilayah dan

sarana pendukung. Rencananya, kami akan membuat kolam renang dan

pemandian," kata Alim.

Saat ini, kata dia, jumlah pengunjung cukup padat, khususnya pada

Sabtu dan Minggu, serta libur nasional.

Keindahan alam objek tersebut banyak dimanfaatkan untuk mereka

berfoto. Dari foto-foto itulah tersebar luas di dunia maya, yang

membuat banyak orang ingin menyaksikan keindahan alam itu. Tepat di

bawah air terjun itu juga terdapat gua.

"Pengunjung bisa masuk, meski kedalamannya hanya beberapa meter saja," katanya.



Editor:Fitri Supratiwi

COPYRIGHT ©ANTARA
Share:

Saturday, May 16, 2015

Mobil Polisi Kawal Konvoi Lulusan Pelajar SMA/SMK di Kulonprogo

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Euforia kelulusanSMA/SMK di Kulonprogo

terlihat di seputaran Kota Wates, Jumat (15/5/2015) siang. Ratusan

siswa menggunakan sepeda motor melakukan konvoi dan menggeber-geberkan

suara mesin kendaraannya.

Mereka terlihat mengenakan pakaian seragam sekolah dalam kondisi sudah

dicorat-coret. Beberapa rombongan konvoi itu bergantian mengitari

lingkar Alun-alun Wates.

Di belakang konvoi rombongan pelajar setelah pengumuman kelulusanitu,

mobil polisi mengawal dengan sesekali membunyikan sirine.

Aksi ini menjadi perhatian warga di sekitar jalan raya yang dilewati

rombongan konvoi. Di sisi lain, bagi Dinas Pendidikan, konvoi para

pelajar merayakan kelulusanmerupakan kebiasaan dari tahun ke tahun

yang tidak diharapkan.

"Kami berharap tidak ada konvoi," ujar Kepala Dinas Pendidikan

Kulonprogo, Sumarsono, ketika dikonfirmasi pada Jumat (15/5/2015).(*)
Share:

Bupati Buka Konfercab ke-18 PCNU Kulonprogo

KULONPROGO ( KRjogja.com)- NU harus terus meningkatkan perannya dalam

memajukan sekaligus menyelamatkan agama bangsa dan negara. Untuk

kepentingan itu maka pemahaman tentang pentingnya Ahlussunnah wal

Jamaah harus ditingkatkan. Hal itu ditegaskan Ketua Tanfidz Pengurus

Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kuloprogo Drs HM Wasiludin disela

Konferensi Cabang (Konfercab) ke-18 di Aula Lantai III SMK Ma'arif 1

Wates, Sabtu (16/05/2015).

"Ahlussunnah wal Jamaah harus merengkuh semua aspek secara dinamis

dengan menerima perubahan-perubahan yang tidak bertentangan dengan

akal dan syariat maupun hukum negara," jelasnya jelasnya.

Lebih lanjut Wasiludin mengatakan, diinternal PCNU Kulonprogo juga

harus mampu mengembangkan organisasi termasuk lembaga pendidikan

dengan memberikan pembinaan-pembinaan sekolah di bawah Lembaga

Perguruan Ma'arif, menyempurnakan sarana dan prasarana seperti kantor

dan sebagainya serta pembinaan pondok-pondok pesantren. Pengurus PCNU

Kulonprogo masa bhakti 2010-2015 diharapkan bisa lebih mengembang dan

memajukan organisasi.

Sementara Bupati dr Hasto Wardoyo yang membuka resmi konfercab

berharap NU terus meningkatkan perannya dalam mewujudkan kemajuan

pembangunan wilayah dan kesejahteraan masyarakat Kulonprogo termasuk

menciptakan Sumber Daya Manusia (SDM) yang agamis, berkarakter salah

satunya lewat lembaga-lembaga pendidikan. "NU memiliki peranan penting

dalam menciptakan generasi yang cerdas dan berkarakter sehingga tidak

mudah terpengaruh budaya-budaya negatif pada era globalisasi dewasa

ini," ujarnya.(Rul)
Share:

Meskipun dilarang, tetap konvoi

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Adanya surat edaran dari Dinas Pendidikan

Kulonprogo dalam melaksanakan pengumuman kelulusan siswa diwajibkan

mengenakan pakaian adat Jawa dan tidak boleh konvoi, ternyata belum

mempan. Beberapa siswa masih tetap saja melakukan konvoi.

Saat menerima pengumuman kelulusan para siswa memang berangkat dengan

mengenakan pakaian adat Jawa. Namun ternyata usai pengumuman, siswa

kembali berganti pakaian seragam sekolah dan sebelum konvoi mereka

corat coret baju seragam.

Meski dalam konvoi mereka dikawal polisi, tapi kehadiran konvoi cukup

mengganggu masyarakat, karena suara knalpot juga dibleyer-bleyer.

Kadinas Pendidikan Kulonprogo Drs H Sumarsana MSi menegaskan pihaknya

sudah mengirimkan surat edaran tidak boleh konvoi. "Kami akan mencari

tahu siswa sekolah mana saja yang konvoi," ujarnya, Jumat (15/5/2015).

(Wid)
Share:

5.608 Peserta UN di Kulonprogo, Tidak Lulus 3 Siswa

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Tingkat kelulusan SLTA di Kabupaten

Kulonprogo belum bisa seratus persen. Dari 5.608 peserta ujian

nasional (UN), yang tidak lulus 3 siswa yakni dua siswa SMK swasta dan

satu siswa SMA negeri. Pengumuman dilakukan serentak Jumat (15/5/2015)

pukul 10.00 di masing-masing sekolah. Sedangkan siswa Madrasah Aliyah

(MA) semua lulus.

Dikatakan Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo Drs H Sumarsana MSi, yang

tidak lulus 3 siswa, 2 siswa SMK Swasta dan 1 siswa SMA Negeri.

Rinciannya, peserta UN SMA sebanyak 1.681 siswa(tercatat 1.682, yang

mengundurkan diri 1 siswa) tidak lulus 1 siswa, sehingga yang lulus

1.680 siswa. Sedangkan SMK peserta UN 3.927 siswa (tercatat 3.932,

namun 5 undur diri) yang tidak lulus 2, dan lulus 3.925 siswa. "Tahun

ini kelulusan belum bisa 100 persen," kata Sumarsana, Jumat

(15/5/2015).

Di SMA N I Pengasih, menurut Wakasek Humas Drs Sutirto, jumlah siswa

kelas XII sebanyak 156 siswa lulus semua. Meski UN tidak diikutkan

dalam menentukan kelulusan, namun hasilnya untuk IPA (80 siswa)

tertinggi 495,5, II 495,3, III 484,6. Sedangkan IPS (76 siswa)

rangking I 470,4, II 439,6, dan III 432,7. "Pengumuman langsung

dilanjutkan prosesi wisuda, penyerahan siswa kepada orangtua/wali

siswa, dan perpisahan dengan adik kelas," kata Sutirto.

Kelulusan empat Madrasah Aliyah (MA), dikatakan Kasi Pendidikan

Madrasah Kantor Kemenag Dra Hj Sulasmi MA, lulus semua. Di MAN Wates 2

dengan 165 siswa semua lulus seratus persen. "Kelulusan kami isi

dengan melatih sodaqoh dengan bagi-bagi nasi bungkus, bakti sosial,

dan menghindari corat coret dan konvoi," kata Kepala Madrasah Nur

Wahyudin Al Azis SPd.(Wid)
Share:

Friday, May 15, 2015

Kelulusan CBT, 41 Siswa Dapat Nilai 10

KULONPROGO ( KRjogja'com) - Ujian Nasional (UN) dengan memakai sistem

computer based test (CBT) yakni mengerjakan soal ujian melalui

komputer, ternyata mampu memberikan hasil yang menggembirakan. Dari

hasil CBT SMK N I Pengasih, yang mendapatkan nilai 10 ada 41 siswa,

sedangkan tahun lalu ketika masih memakai paper based test (PBT) nilai

10 sebanyak 32 siswa. Sementara untuk hasil keseluruhan baik CBT

maupun PBT, SMK N I Pengasih untuk hasil kelulusan SMK adalah terbaik

pertama di Kulonprogo dan kedua di DIY.

Hasil UN CBT ini, kata Kepala Sekolah SMK N I Pengasih Tri Subandi,

lebih bagus. "Tahun ini dari 315 siswa lulus 100 persen. Nilai 10

diraih 41 siswa terdiri, matematika ada 39 siswa, bahasa Indonesia 1,

dan Kompetensi 1. Ada satu siswa yang mendapatkan dua nilai 10 yakni

matematika dan kompetensi," kata Tri Subandi, Jumat (15/5/2015).

Pemakaian CBT, dijelaskan Tri Subandi, lebih diuntungkan waktu. Karena

kalau pakai PBT siswa harus membulati, sedangkan CBT langsung klik

saja, ada lebih banyak waktu untuk mengulas soal. "Kendala sementara

ini adalah masalah shift. Kami kemarin masih memakai tiga shift,

seharusnya bisa dua saja. Selain CBT UN, kami juga akan menerapkan

untuk ulangan umum kelas XI mendatang. Hal itu agar siswa terbiasa

dalam menghadapi CBT," ujar Tri sembari berharap nantinya UN tahun

depan sudah banyak yang akan memakai sistem CBT.(Wid)
Share:

Keluarga di Kulonprogo Didata

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintah

Desa Perempuan dan Keluarga Berencana (BPMPDPKB) Kulonprogo melakukan

pendataan keluarga mulai 1 hingga 31 Mei 2015. Karena itu seluruh

warga Kulonprogo diminta untuk membantu mensukseskan pendataan, dengan

siap menyampaikan data keluarga kepada petugas. Dengan memberikan data

yang benar, berarti masyarakat sudah ikut membantu dalam kegiatan ini.

"Pendataan berlaku bagi seluruh masyarakat yang domisili di Kulonprogo

selama 6 bulan berturut-turut. Pendataan secara De Fakto bukan De

Jure, meliputi data kependudukan, data Keluarga Berencana (KB), dan

data pembangunan keluarga. Hasil pendataan akan diketahui jumlah

penduduk, Pasangan Usia Subur (PUS), kepesertaan KB, anak usia

sekolah, termasuk mata pencaharian, tahapan keluarga sejahtera (KS).

Setelah di entry, akan diketahui juga kondisi keluarga apakah masuk

Pra KS, KS 1, KS dan sebagainya," kata Kasubid Pembinaan Ketahanan

Keluarga BPMPDPKB, Woro Kandini Andayani SSos Msi di Wates, Jumat

(15/05/20215).

Dra Kasriyati MM selaku Koordinator Petugas Keluarga Berencana di

Kecamatan Wates menyampaikan, pendataan setiap RT ada 1 kader yang

melakukan pendataan. Hasil pendataan keluarga bakal di-entry petugas

kecamatan, secara online dengan petugas pusat di Jakarta.(Wid)
Share:

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results