Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Tuesday, November 4, 2014

Komisi III DPRD Kabupaten Kulonprogo dukung pembangunan jembatan ngelo

KULONPROGO ( KRjogja.com) -Rencana pembangunan jembatan Ngelo di

Pedukuhan Kalibondol Sentolo didukung oleh Komisi III DPRD Kabupaten

Kulonprogo. Sebab bila jembatan sudah berfungsi, menjadi solusi

strategis untuk mengatasi padatnya arus lalu lintas di depan pasar

Sentolo lama. Terutama pada jam-jam sibuk atau ketika ada kereta api

yang melintas di palang pintu sebelah barat pertigaan Sentolo.

Jembatan tersebut rencananya akan melintasi jalur rel kereta api di

sebelah barat perempatan Ngelo Desa Salamrejo, Kecamatan Sentolo bakal

dibangun tahun 2015. Ini mendatangkan fungsi yang menghubungkan ruas

jalan dari pasar Sentolo lama ke arah perempatan Ngelo.

Ketua Komisi III Hamam Cahyadi ST menyatakan pihaknya mendukung

pembangunan jembatan ini. "Sebab akan menjadi solusi untuk mengurangi

kepadatan ruas jalan Sentolo-Wates yang di saat jam-jam sibuk memang

sudah cukup padat,"kata Hamam Cahyadi ketika kunjungan kerja (kunker)

di lokasi pembangunan jembatan itu.

Disamping Hamam, kunker diikuti pula Wakil Ketua Komisi Sugiyanto,

Sekretaris Komisi Sarkowi dan anggota Arif Syarifudin. Sedangkan dari

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kulonprogo hadir Kabid Bina Marga Ir Gusdi

Hartono MT dan Kasi Pemeliharaan dan Pembangunan Jembatan Yuniar

Wibowo Amd.(Wid)
Share:

Central Business District, Dekso Diharapkan Kompetitif

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Sebagai wilayah strategis, Dekso menjadi

penghubung perdagangan hasil komoditas bagi daerah di sekitarnya,

yaitu Samigaluh, Girimulyo dan Kalibawang ke wilayah lain di

Kulonprogo maupun ke daerah lain. Karena posisinya mampu sebagai

wilayah penyedia barang dan jasa bagi daerah hinterland di sekitarnya.



Hal itu disampaikan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K) dalam

jawaban bupati terhadap pendapat panitia khusus dan pemandangan umum

fraksi-fraksi terhadap Raperda tentang Rencana Detail Tata Ruang

(RDTR) Kawasan Bagian Wilayah Perkotaan Dekso Tahun 2014-2034 dalam

rapat paripurna (Rapur) DPRD, Senin (03/11/2014) di gedung Dewan

setempat. Rapur dipimpin Ketua DPRD Akhid Nuryati, dihadiri Wabup Drs

H Sutedjo serta segenap Kepala SKPD di lingkungan Pemkab.



"Rencana penataan ruang yang tepat dan dukungan infrastruktur berupa

jalan, air, listrik serta sarana prasarana pendukung aktivitas

terhadap zona perdagangan barang dan jasa, maka diharapkan wilayah

perkotaan Dekso Kompetitif sebagai Central Business District (CBD),"

tuturnya.



Ditambahkan Hasto, penetapan RDTR bagi Dekso, merupakan pula upaya

untuk menstimulir masuknya investasi guna mendorong perkembangan

perekonomian bagi wilayah Dekso dan kawasan Perbukitan Menoreh secara

umum. "Sehubungan perkotaan Dekso merupakan pusat kawasan agropolitan

dan pintu gerbang kawasan wisata Menoreh, maka investasi diharapkan

adalah yang berhubungan dengan bidang pertanian dan pariwisata. Baik

yang bergerak dalam bidang jasa, perdagangan maupun industri sesuai

fungsi kawasan," ujar Hasto.

Dipaparkan Hasto, sejak tahun 2012 Pemkab Kulonprogo sudah menyusun

tujuh draf Raperda RDTR, yakni Dekso, Temon, Wates, Sentolo,

Nanggulan, Brosot dan Lendah. Selain itu dua draf Raperda RDTR kawasan

strategis yakni kawasan bandara dan kawasan industri Sentolo. Tapi

draf tersebut belum ditetapkan menjadi Perda karena itu belum bisa

dipublikasikan.(Wid)
Share:

Thursday, October 23, 2014

UMK Kulonprogo Diusulkan Rp 1.138.000,-

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Upah Minimum Kabupaten (UMK) 2015 Kabupaten

Kulonprogo diusulkan Bupati Kulonprogo dr H Hasto Wardoyo SpOG(K)

kepada Gubernur DIY sebesar Rp 1.138.000. Usulan angka tersebut lebih

tinggi dari enam usulan yang diajukan Dewan Pengupahan Kulonprogo,

karena telah memperhitungkan faktor inflasi yang akan terjadi.

Menurut Hasto, yang diusulkan dikombinasikan inflasi dan regresi.

"Angka ini telah mengakomodir baik kepentingan pekerja ataupun

pengusaha, karena sebelum diusulkan ke bupati telah dibahas di Dewan

Pengupahan. Namun belum dimasukkan faktor inflasi, yang menggunakan

rumus regresi angkanya Rp 1.112.000. Pengusaha pasti tidak keberatan

sebab inflasinya dihitung 3 persen. Dimungkinkan tertinggi Kota,

Sleman, Bantul, dan Kulonprogo nomor empat,"kata Hasto, Kamis

(23/10/2014).

Hasto menambahkan bila disepakati berubah di tingkat Gubernur DIY

diprediksi angka paling tinggi, dan setelah dimasukkan tiga faktor

termasuk inflasi, maka ya sekitar Rp 1.150.000 atau Rp

1.160.000.(Wid)
Share:

Tuesday, October 21, 2014

jajaran kodim setempat sebagai ajang 'pamer kekuatan' memajang sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista)

WATES ( KRjogja.com)- Pameran pembangunan HUT ke-63 Kabupaten

Kulonprogo yang dikenal dengan sebutan Manunggal Fair kini berubah

jadi 'Kulonprogo Expo 2014' yang digelar pemkab setempat di Alun-alun

Wates dimanfaatkan jajaran kodim setempat sebagai ajang 'pamer

kekuatan' memajang sejumlah alat utama sistem persenjataan (Alutsista)

kendaraan tempur jenis Panhard dan meriam.

Kehadiran dua unit kendaraan tempur Kikavser Panhard milik Batalyon

Kavaleri Demak Ijo Yogya dan meriam tersebut menarik perhatian

pengunjung baik untuk mengenal lebih dekat maupun hanya sekadar

berfoto atau berselfie ria.

Panhard merupakan kendaraan tempur pengintai berbobot 3,5 ton lebih.

Dandim 0731/Kulonprogo Letkol SJ Aling menuturkan, bodynya yang

ramping membuat Panhard lincah bergerak menjelajahi medan tempur

dengan kecepatan hingga 90 km per jam. Ranpur buatan Perancis 1996 itu

masih dipakai TNI AD dalam menjaga kedaulatan NKRI. Selain di darat,

Panhard juga bisa dioperasikan di air dengan kecepatan hingga lebih

dari satu meter per detik.

Di sisi lain, Kodim 0731/Kulonprogo juga memamerkan dua unit meriam

105 milik Batalyon Armed Magelang. Meski senjata buatan Amerika itu

sudah tergolong tua, diproduksi 1976, tapi kehadirannya cukup disegani

musuh karena mampu meluncurkan tembakan dengan jarak sasaran hingga 11

kilometer. Disamping juga memiliki ketepatan sasaran karena

dioperasikan dengan sistem persenjataan.

"Kami sengaja memajang beberapa kendaraan tempur agar pengunjung

Kulonprogo Expo mengetahui tentang kendaraan perang TNI AD. Apalagi

persenjataan ini dibeli dari uang rakyat," tegas Lektol Inf SJ Aling,

Selasa (21/10/2014).

Pengunjung 'Kulonprogo Expo' Wahyu mengaku tertarik melihat-lihat

kendaraan tempur yang dipamerkan, karena selama ini dirinya belum

pernah melihat secara dekat peralatan perang tersebut. "Baru sekali

ini saya bisa pegang kendaraan tempur dan meriam," katanya usai

berpose dengan latar belakang Panhard dan meriam di depan Makodim

0731/Kulonprogo.

Selain bangga dengan kendaraan perang TNI, pengunjung juga merasa

senang mampir di stand Kodim 0731/Kulonprogo karena personel kodim

setempat selalu ramah melayani dengan menjelaskan secara rinci semua

kendaraan tempur yang dipamerkan.

"Saya jadi sedikit tahu tentang kendaraan tempur dan meriam setelah

mendapat penjelasan dari anggota Kodim khususnya tentang mekanisme dan

kemampuan senjata tersebut di medan perang," ujar Antok.(Rul)
Share:

Friday, October 3, 2014

Merapi avalanches in Cliff Affairs


Mungkid - rock avalanches occur again at Mount Merapi, yesterday morning (1/10). However, the avalanches occurred not because of the impact of activity in the body of Merapi. Rather, the existence of avalanches on the cliff outside due to the weather.
Officers Observation Post Mount Merapi in Babadan Shaman Suparwoko Heru said, beyond the cliffs avalanches occurred at the peak of Mount Merapi, Wednesday (1/10). The cause is not the activity of magma inside Merapi.
"Avalanches which occurred at 5:24, due to external influences. Namely the impact of dry weather and wind swept, "said Heru.
According to Heru, avalanches it leads toward Kali Lamat about 1.5 kilometers. As a result of these avalanches, causing a loud noise is heard clearly. Because carrying rocks.
Explained, the volume is relatively small avalanches. Because the weather was sunny, visually can be observed clearly from the Post Babadan which is about 4.4 kilometers from the peak of Merapi. Avalanches that cause loud noises, because carrying rocks around him. The weather on Mount Merapi, yesterday afternoon (1/10) observed foggy.
"Activity of Mount Merapi is now in normal status," he said.
Head of Logistics Emergency and Disaster Management Agency (BPBD) Magelang regency Joko Sudibyo admitted to monitor avalanches that occurs in the outer cliff. It is unusual avalanches avalanches. He reminded the public to remain calm and vigilant. 
"Merapi is safe, appropriate BPPTKG recommendations. If you want to climb just to Bbubar market, "he said. (Ady / hes)

Share:

Friday, September 26, 2014

Tingkat partisipasi warga Kecamatan Temon Kulonprogo dalam mengikuti sosialisasi rencana pembangunan bandara tergolong tinggi.

Harianjogja.com, KULONPROGO-Data Tim Sosialisasi Pengadaan Bandara

Baru menyebutkan, warga yang datang ke sosialisasi mencapai 2.200

orang dari 2.800 undangan yang disebar.

Anggota Tim, Haryanto, mengatakan jumlah kehadiran warga pada hari

pertama sampai ketiga sosialisasi lebih dari 90%. Sosialisasi tersebut

sudah diadakan di Desa Sindutan, Palihan, dan Jangkaran pekan lalu.

"Sementara, kehadiran warga dalam sosialisasi di Glagah hanya separuh

atau 50%," ujarnya dalam jumpa pers, Selasa (23/9/2014).

Menurutnya, beberapa warga Glagah sempat mengirimkan pesan singkat

kepada Kepala Desa Glagah perihal ketidakhadiran mereka karena ruas

Jalan Daendels ditutup oleh sebagian warga yang menolak pembangunan

bandara.

"Sosialisasi ini baru tahap awal, yang penting pada tahap konsultasi

publik semua warga yang diundang harus datang," tegasnya.



Editor: Nina Atmasari
Share:

Saturday, September 6, 2014

Festival Kethoprak

Festival Kethoprak akan Digelar di Kulonprogo Harianjogja.com, KULONPROGO- Kesenian Ketoprak di Bumi Menoreh masih terus bertahan di tengah modernisasi. Dalam rangka untuk melestarikan kesenian tersebut, Pemerintah Kabupaten Kulonprogo akan menggelar Festival Kethoprak antar kecamatan.

Menurutt Asisten Sekda Bidang Perekonomian, Pembangunan dan SDA Kulonprogo Triyono, kegiatan tersebut akan sebagai upaya pembinaan untuk meningkatkan kreatifitas para pelaku seni di kabupaten ini. Kegiatan ini akan didanai oleh dana keistimewaan.





Pelaksanaan festival tersebut tersebar di masing-masing kecamatan. Tempat penyelenggaraan juga akan diserahkan ke tiap kecamatan, ujar Triyono dalam pernyataan persnya, Jumat (5/9/2014).

Bekerjasama dengan Dinas Kebudayaan, Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo, festival itu akan diselenggarakan secara maraton mulai Sabtu (6/9/2014) hingga 17 September mendatang.

Penyelenggaraan pertama festival ini akan dimulai di Kecamatan Girimulyo, dilanjutkan Samigaluh, Kalibawang, Nanggulan, Sentolo, Lendah, Galur, Panjatan, Temon, Kokap, Wates, dan berakhir di Pengasih.









Editor: Nina Atmasari
Share:

Pameran Manunggal Fair Kulonprogo 2014

Pameran Manunggal Fair Kulonprogo 2014 segera Dibuka

Harianjogja.com, KULONPROGO. Pameran Manunggal Fair (PMF) 2014 yang akan digelar 17-25 Oktober mendatang, mulai diminati pelaku usaha di Kulonprogo. Pameran yang digelar tahunan ini memperlihatkan berbagai potensi yang ada di Bumi Menoreh.

Kepala Bagian (Kabag) TI dan Humas, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo, Rudy Widiyatmoko mengatakan setiap tahunnya pameran tersebut menjadi magnet bagi masyarakat dan dunia usaha yang ada di Kulonprogo. Pameran ini akan diselenggarakan di sekitar Alun-alun Wates.



Saat ini sudah ada masyarakat, baik dari Kulonprogo maupun luar kabupaten yang sudah menanyakan informasi tentang penyelenggaraan PMF 2014, ujar Rudy dalam rilis yang diterima Harian Jogja, Kamis (4/9/2014).

Melihat tingginya animo masyarakat dari dunia usaha untuk berpartisipasi dalam pameran tersebut, Pemkab Kulonprogo dan Perumda Aneka Usaha siap membuka pendaftaran minggu depan.



Pameran ini merupakan salah satu rangkaian kegiatan untuk memeriahkan Hari Jadi ke 63 Kulonprogo yang akan jatuh pada 15 Oktober mendatang. jelas Rudy. (hon)



Editor: Nina Atmasari
Share:

Manunggal Exhibition Fair Kulonprogro 2014

Manunggal Fair 2014 exhibition Kulonprogro immediately OpenedHarianjogja.com, Kulonprogro. Manunggal Exhibition Fair (PMF) 2014 will be held October 17 to 25 next, began to demand business operators in Kulonprogro. The exhibition, which was held this year shows the potential that exists in the Earth Menoreh.Head of Department (Head) of IT and Public Relations, Regency (Regency) Kulonprogro, Rudy Widiyatmoko said every year the exhibition is a magnet for people and businesses in Kulonprogro. This exhibition will be organized around the Square Wates.There is now a community, both in and outside the district Kulonprogro already asking for information about the implementation of the PMF 2014, Rudy said in a release received Jogja Daily, Thursday (09/04/2014).Given the high public interest from the business world to participate in the exhibition, Kulon Progo Regency and Perumda Aneka Usaha will enroll next week.This exhibition is one of a series of activities to enliven Anniversary 63 Kulonprogro which will fall on 15 October. said Rudy. (hon)Editor: Nina Atmasari
Share:

Monday, September 1, 2014

NORMALISASI BBM BERSUBSIDI

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pertamax tidak dipasok ke SPBU di Kulonprogo sejak Rabu (27/8/2014). Terbatasnya armada dari Pertamina karena sedang diprioritaskan untuk melakukan normalisasi premium di SPBU DIY disinyalir menjadi penyebabnya.Sukamto, pengelola SPBU Kedundang Temon, menuturkan, sudah tidak antrean panjang di SPBU Kedundang pada hari ini.“Semua sudah normal, pasokan premium kebali seperti semula, sesuai dengan permintaan SPBU,” ujarnya kepada Harian Jogja, Jumat (29/8/2014).Akan tetapi, kata dia, justru kali ini Pertamax yang sulit di pasaran. Menurutnya, hal ini bukan karena pembatasan atau kelangkaan pertamax, melainkan karena minimnya armada dari Pertamina yang digunakan untuk distribusi pertamax, mengingat premium masih menjadi prioritas untuk distribusikan.“Selama semua kembali normal dan masyarakat dapat mengakes premium dengan mudah, tidak terlalu masalah, bisa dimaklumi,” imbuh dia.Hal senada juga terjadi di SPBU Kalimenur Sentolo, sejak dua hari lalu tidak ada pasokan Pertamax ke SPBU tersebut. Pengawas SPBU Kalimenur Budi Santoso mengungkapkan, dari informasi yang diperolehnya, pasokan pertamax untuk SPBU di Kulonprogo diambil dari Semarang.“Saya kurang tahu alasannya, kemungkinan karena yang di depo Rewulu kosong juga,” kata dia.Kendati demikian, ia menilai hal tersebut tidak terlalu menyulitkan konsumen selama pasokan premium lancar. Saat ini, tambahnya, pengunjung SPBU sudah kembali normal dan tidak berjubel seperti kemarin. (Switzy Sabandar)Editor: Mediani Dyah Natalia
Share:

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results