Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Thursday, November 27, 2014

meruskan Yahoo! Mail ke Alamat Email lain

· Sedayu <http://www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw> "Krido

Turonggo".flv - YouTube





<http://www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw> ► 15:20► 15:20



www.youtube.com/watch?v=Ta55mvKJokw



27 Sep 2011 - Diunggah oleh Daniel Prasetyo



Jathilan For Ever. ... This video is unavailable. You need Adobe Flash

Player to watch this video. Download ...





· paguyuban seni jathilan <http://www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw>

turonggo ngesti budoyo yogyakarta ...





<http://www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw> ► 3:44► 3:44



www.youtube.com/watch?v=dvGJXP-o3mw



9 Jul 2013 - Diunggah oleh tenagadalam.org



This video is unavailable. You need Adobe Flash Player to watch this video.

... paguyuban seni jathilan ...





· Jathilan Arum Sari 03 - <http://www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4>

YouTube





<http://www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4> ► 7:11► 7:11



www.youtube.com/watch?v=1ljEiYatIa4



23 Mei 2009 - Diunggah oleh bondonekatz



Jathilan Arum Sari Pedes Argomulyo Sedayu Bantul Nusantara. ... You need

Adobe Flash Player to ...





· VIDEO

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_satrio_mudho/>

JATHILAN SATRIO MUDHO - Mp3 Download (2.63 ...





www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_satrio_mudho/



Mp3 found 14 files video jathilan satrio mudho, Click [download] video ...

Click Download to save Jathilan Turonggo Satrio Mudho 11 Januari 2014 Part 1

mp3 ...





· Video

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jatilan_kudho_praneso/>

Jatilan Kudho Praneso - Stafaband





www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jatilan_kudho_praneso/



Mp3 found 28 files video jatilan kudho praneso, Click [download] video

jatilan ... Click Download to save Kesenian Jathilan Kudho Praneso Babak 2 3

mp3 ...





· VIDEO

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_kreasi_baru_putr

i/
> JATHILAN KREASI BARU PUTRI - Stafaband





www.stafaband.info/download/.../lagu_video_jathilan_kreasi_baru_putri...



Mp3 found 30 files video jathilan kreasi baru putri, Click [download] video

jathilan ... Click Download to save Jathilan Kreasi Baru-sekar Melati Part 1

Of 7flv mp3 ...





· VIDEO

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_glagah_part1/>

JATHILAN GLAGAH PART1 - Mp3 Download (4.64 ...





www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_glagah_part1/



Mp3 found 36 files video jathilan glagah part1, Click [download] video ...

file size: 932.67 KB | Click Download to Save mp3 Video Expository Part1

Perfler from ...





· Video

<http://www.stafaband.info/download/mp3/lagu_video_jathilan_widotomo_purwore

jo/
> Jathilan Widotomo Purworejo - Stafaband





www.stafaband.info/.../mp3/lagu_video_jathilan_widotomo_purworejo/



Mp3 found 34 files video jathilan widotomo purworejo, Click [download] video

jathilan ... Click Download to save Jathilan Gunungkelir mp3 youtube com.





· jathilan videos - YouRepeat <http://www.yourepeat.com/g/jathilan>





www.yourepeat.com/g/jathilan



Video search results for jathilan. ... JATHILAN MUDHO PRASETYO live in

sorogenen kalasan ... Kesenian jathilan kreasi baru yogyakarta

Sekertariat:Sukoharjo ...





· "…VIDEO

<http://nrmnews.com/2012/02/18/pentas-seni-tradisional-reog-ponorogo-di-krat

on-sri-pakualaman-surakarta-solo/
> Pentas SENI Tradisional JATHILAN / REOG,

di ...





nrmnews.com/.../pentas-seni-tradisional-reog-ponorogo-di-kraton-sri-pa...



18 Feb 2012 - NRMnews.com – VIDEO, Dokumentasi liputan Pentas Seni Tari

Tradisional Jathilan / Reog asal Jawa Timur, yang di pentaskan oleh kelompok

...
Share:

Monday, November 24, 2014

Kulonprogo kirim 19 keluarga transmigrasi

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Kepala Dinsosnakertrans Kulonprogo, Eko

Pranyoto, mengatakan, tahun ini pemkab memfasilitasi pengiriman

transmigran sebanyak 19 keluarga. Jumlah itu lebih sedikit dibanding

jumlah pendaftar semula mencapai 113 keluarga.

Dari total keluarga yang terdaftar, sampai bulan ini baru terkirim

lima keluarga. Itu pun masih mendapati adanya permasalahan sengketa

lahan di lokasi. Disebutkan, lokasi lima keluarga transmigran itu

adalah wilayah Kalimantan.

"Jadi kami masih harus cek lokasi sejauh mana penyelesaiannya,"

katanya pekan kemarin.

Menurut Eko, permasalahan lahan di lokasi cukup kompleks. Pasalnya,

ketika kerjasama antar daerah pengirim dan yang dituju telah

bersepakat, ternyata di lokasi ada warga yang mengaku sebagai pemilik.

"Untuk memastikan semua beres kami ke lokasi. Lahan garapan itu adalah

masa depan bagi keluarga yang dikirim," katanya.( tribunjogja.com)
Share:

Monday, November 17, 2014

Pilkadus di Kulonprogo Tak Lagi Coblosan, Diganti Tes Tertulis

Harianjogja.com, KULONPROGO--Pemilihan kepala dusun (Kadus) di wilayah

Kabupaten Kulonprogo bakal dilakukan melalui mekanisme tes tertulis.

Mekanisme ini ditempuh untuk menyesuaikan dinamika masyarakat dan

peraturan yang baru.

Wakil Bupati Kulonprogo Sutedjo, memaparkan sebelumnya, pemilihan

kepala dusun dilakukan melalui pemilihan langsung atau coblosan dan

akan diubah pada proses mendatang.

Tujuan pengubahan mekanisme pemilihan kadus adalah untuk

mengoptimalkan pengelolaan keuangan desa, mengingat pada tahun

mendatang desa mendapat gelontoran dana Rp1 miliar dari pemerintah

Pusat dan ratusan juta rupiah dari Pemerintah Kabupaten Kulonprogo.



"Oleh karena itu, kami membuat Rancangan Peraturan Daerah [Raperda]

yang baru tentang Tata Cara Pengisian Perangkat Desa mengingat Perda

Kabupaten No.7/2010 tidak sejalan dengan Undang-Undang No.6/2014,"

jelasnya dalam rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD),

Jumat (14/11/2014) sore.

Diuraikannya, beberapa kebijakan baru dalam rapeda ini, meliputi,

perubahan dan penambahan persyaratan untuk mencalonkan diri menjadi

perangkat desa, pengisian kepala dusun melalui rekomendasi tertulis,

serta pengangkatan dan pemberhentian perangkat desa melalui

rekomendasi tertulis dari camat.

Ia menyebutkan, perangkat desa yang dimaksud dalam raperda, yakni,

sekretaris desa, kepala urusan, kepala seksi, kepala dusun, dan staf.

Sutedjo menuturkan, untuk sekretaris desa yang berstatus sebagai PNS

tetap menjalankan tugasnya sesuai ketentuan perundang-undangan.

Sementara, jabatan sekretaris desa yang kosong dilakukan pengisian

melalui mekanisme tes tertulis.
Share:

Saturday, November 15, 2014

Sehari Ada 10 Pasien Infeksi Menular Seksual di Puskesmas Wates

Harianjogja.com, KULONPROGO-Jumlah kunjungan pasien Infeksi Menular

Seksual (IMS) di Puskemas Wates relatif tinggi. Setidaknya terdapat 10

orang pasien per hari yang memeriksakan diri karena IMS. Jika menerima

rujukan dari puskemas lain, jumlah kunjungan dapat mencapai 20-30

orang pasien IMS setiap hari.

Dokter Puskesmas Wates Dian Monika mengungkapkan kebanyakan kasus IMS

yang ditangani oleh Puskesmas Wates adalah G0 atau kencing nanah.

Sejauh ini, persentase kunjungan masih didominasi ibu rumah tangga

yang lebih sadar dengan kesehatannya. Ketika merasakan gejala yang

tidak lazim, kata Dian, mereka segera memeriksakan diri. Ia

menuturkan, pemeriksaan kepada ibu rumah tangga harus dilanjutkan

dengan pemeriksaan kepada para suami.

"Bagaimanapun penularan IMS melalui hubungan seksual, sehingga

pasangannya harus diperiksa juga dan upaya pemeriksaan pasangan

melalui persuasi saat kosultasi," terangnya di sela-sela kegiatan

pemeriksaan kesehatan untuk pengunjung binaan Rumah Tahanan (Rutan)

Wates, Kamis (13/11/2014).

Penyebab IMS adalah perilaku seksual yang berisiko, seperti

berganti-ganti pasangan tanpa menggunakan alat kontrasepsi kondom,

atau tertular dari pasangan yang memiliki perilaku seksual tersebut.

Diakuinya, Puskesmas Wates banyak menangani kasus IMS. Hal ini

disebabkan, Puskesmas Wates merupakan salah satu dari lima puskesmas

di Kulonprogo yang memiliki layanan khusus IMS. Empat puskesmas

lainnya, yakni, Nanggulan, Temon 2, Sentolo 2, dan Panjatan 2

Dian menguraikan, IMS merupakan salah satu pintu masuk penularan HIV

sehingga perlu dilakukan konsultasi lebih lanjut kepada pasien IMS

untuk mengetahui faktor risiko.
Share:

Wednesday, November 12, 2014

2 Sekolah di Kulonprogo Ini Sepakat Berdamai, Ada Apa?

Harianjogja.com, KULONPROGO--Siswa dan Guru dari SMK Maarif 1 Wates dan

SMKN 1 Temon (SMK Kelautan) menandatangani surat pernyataan damai di

Mapolres Kulonprogo, Senin (10/11/2014) siang.

Dalam pertemuan yang berlangsung di ruang rapat Polres Kulonprogo itu,

belasan murid dari kedua sekolah ikut serta didampingi dengan guru dan

kepala sekolah. Mediasi dipimpin oleh Kapolres Kulonprogo AKBP

Yulianto, Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin, dan Kabag Ops

Polres Kulonprogo Kompol Vero Aria.

Mediasi ini dilakukan setelah pekan lalu kedua sekolah tersebut

berseteru yang mengarah kepada aksi tawuran pelajar. Berdasarkan

informasi yang dihimpun, tidak seorang pun mengetahui persoalan pasti

yang membuat kedua sekolah tersebut berseteru. Pasalnya, perseteruan

sudah berlangsung sejak lama dan seolah-olah diwariskan kepada junior

turun temurun.

Guru SMK Maarif 1 Wates, Eko Juwito, berharap dengan mediasi dan

penandatanganan pernyataan damai dapat membuat situasi belajar

mengajar di kedua sekolah kondusif.

"Tidak perlu lagi menengok ke belakang, yang terpenting saat ini

benang kusut sudah terurai dan kehidupan murid berjalan tenteram,"

tuturnya.

Kepala SMKN 1 Temon Rokhmadi berharap polisi dan Satpol PP dapat

menggelar razia rutin di sela-sela jam belajar sekolah dan sepulang

sekolah untuk menertibkan siswa.

"Kami butuh bantuan, sebab tidak mungkin guru mengawasi 24 jam sampai

di luar sekolah," ungkapnya.

Wakapolres Kulonprogo Kompol M Akbar Thamrin mengatakan perseteruan

antara SMK Maarif 1 Wates dan SMK Kelautan Temon merupakan rentetan

dari persoalan yang telah lalu.

"Hingga akhirnya dari pengakuan murid di kedua sekolah, mereka

sama-sama merasa menjadi korban," ujarnya.

Kendati demikian, kata Akbar, untuk memutus persoalan ini tidak perlu

dicari lagi siapa yang salah dan benar, melainkan sama-sama

berkomitmen untuk berdamai dan tidak mengulangi perbuatan yang salah.
Share:

Kementerian Pangkas Anggaran, Tanjung Adikarto Kembali Gagal Beroperasi

Harianjogja.com, KULONPROGO-Dermaga Tanjung Adikarto di Kulonprogo

kembali gagal beroperasi. Pemangkasan anggaran sebesar Rp14 miliar

dari Kementerian Kelautan dan Perikanan disinyalir menjadi

penyebabnya.

Asisten II Sekretaris Daerah Kulonprogo Triyono membenarkan

pemangkasan anggaran di Kementerian Kelautan dan Perikanan menjadi

penyebab pengerukan muara tidak dapat dilakukan. Akibatnya, Tanjung

Adikarto belum dapat beroperasi pada tahun ini.

"Anggaran sebesar Rp14 miliar itu seharusnya untuk pengerukan muara,

supaya kapal-kapal besar dapat berlabuh, tetapi ternyata ada

pemangkasan anggaran di kementerian, sehingga kami tidak dapat berbuat

banyak," paparnya kepada wartawan, Selasa (11/11/2014).

Diakuinya, apabila tidak ada pemangkasan anggaran Tanjung Adikarto

dapat selesai sesuai target dan pada bulan ini dapat diluncurkan.

Selain, pengerukan muara yang terhenti, pembangunan pemecah ombak juga

belum dilanjutkan.

Rencananya, Pemkab Kulonprogo melalui Satuan Kerja Perangkat Dinas

(SKPD) akan mengajukan proposal ke Kementerian Kelautan dan Perikanan

untuk melanjutkan pembangunan Tanjung Adikarto.
Share:

Sunday, November 9, 2014

BANDARA KULONPROGO : PT AP I Berencana Adopsi Pendekatan Kultural, Seperti Apa?

Harianjogja.com, KULONPROGO--PT Angkasa Pura (AP) I berencana

mengadopsi pendekatan kultural yang dilakukan PT AP II dalam

pembangunan bandara baru di Kecamatan Temon. Hal itu diungkapkan

Direktur Kepersetaan dan Keuangan PT AP I Aryadi Subagyo seusai

pelaksanaan kunjungan kerja Pemkab Kulonprogo ke Bandara

Ineternasional Minangkabau (BIM) PT AP II di Padang Pariaman belum

lama ini.

Menurut Aryadi pendekatan kultural yang dilakukan PT AP II dalam tahap

pembebasan lahan dinilai efektif dan berhasil membuat warga percaya

serta membuktikan pembangunan bandara selalu berdampak positif bagi

warga sekitar. Dalam proses pembangunan BIM, tuturnya, pembebasan

lahan melibatkan tokoh adat yang memiliki sebagian besar tanah.

"Saya akan menyampaikan hasil pertemuan kepada jajaran direksi dan

menentukan langkah strategis selanjutnya," ujarnya belum lama ini.

Diungkapkannya, pembangunan bandara bukan untuk mencari keuntungan

karena dari segi bisnisbreak-even point(BEP) bandara baru yang berada

di Temon akan tercapai setelah 17 tahun. Ia menilai, pembangunan

bandara baru bertujuan untuk membuatcity airportpertama di Indonesia

yang berdampak pada kemajuan wilayah di sekitarnya.

"Kalau berpikir segi bisnis biar saja bandara tetap di Adisucipto dan

pengunjung berdesak-desakan, namun kami mengedepankan aspek pelayanan

sehingga kenyamanan tetap harus diutamakan," terang Aryadi.

Ia mengatakan dalam penerapan pendekatan kultural akan menggandeng UGM

untuk melakukan pemetaan sehingga jelas emografis

serta psikografis masyarakat setempat. Persoalan-persoalan lain yang

ditemukan dalam kunjungan, imbuhnya, juga akan ipaparkan secara detail

kepada direksi, seperti, latar belakang kepemilikan lahan, kondisi

lahan, dan sebagainya.
Share:

DPU Awasi Ketat Pelebaran Jalan Dudukan-Ngentakrejo

SENTOLO ( KRjogja.com)- Pimpinan dan anggota DPRD Kulonprogo minta

Pemkab setempat melakukan pengawasan secara ketat penggunaan material

proyek pelebaran ruas Jalan Dudukan-Ngentakrejo Kecamatan Sentolo. Hal

itu penting mengingat ruas jalan tersebut merupakan akses keluar masuk

ke kawasan industri.

"Penggunaan batu, pasir dan material lainnya harus betul-betul bagus.

Ruas jalan tersebut harus berkualitas tinggi agar tidak cepat rusak

saat dilewati kendaran-kendaraan yang bobotnya mencapai 24 ton," kata

Wakil Ketua I DPRD setempat Ponimin usai kunjungan lapangan bersama

Komisi III, Jumat (7/11/2014).

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul hasil kunjungan mereka yang

menduga kualitas proyek ruas jalan Dudukan-Ngentakrejo di bawah

kualitas standar.

Dengan rendahnya kualitas yang berakibat terjadinya kerusakan ruas

jalan akan merugikan Pemkab dan masyarakat Kulonprogo. "Saya juga

mengimbau rekanan menggunakan material lokal terutama batu dan pasir

serta koral. Untuk mendukung program bela dan beli Kulonprogo, rekanan

bisa memanfaatkan batu dan pasir dari daerah sekitar sini yang

kualitasnya sangat baik," jelasnya.

Ketua Komisi III (pembangunan) Hamam Cahyadi mendukung dan

mengapresiasi pelebaran jalan Dudukan-Ngentakrejo yang menghubungkan

wilayah Kecamatan Sentolo dan Lendah sebagai fasilitas umum guna

mendukung pengembangan wilayah tersebut sebagai kawasan industri yang

tentu saja sangat membutuhkan infrastruktur jalan bagus baik dari sisi

lebar maupun kualitasnya. Sehingga tidak cepat rusak saat dilalui

kendaraan bertonase berat.

"Kami mendukung pelebaran jalan tersebut. Karena selain faktor

pendukung yang dominan dalam pengembangan kawasan industri juga

menarik investor berinvestasi," tambahnya.

Demi terciptanya infrastruktur yang berkualitas Hamam minta DPU

melakukan pengawasan secara ketat terhadap pelaksanaan pembangunan

ruas jalan tersebut. Selain kualitas material dan hasil proyeknya

pengawasan terhadap waktu pengerjaannya juga harus dilakukan.

"Pengerjaan proyek tersebut harus diawasi betul agar kualitasnya bagus

dan waktu pelaksanaan pekerjaan tidak terlambat. Apalagi sekarang

sudah bulan November dan pelaksanaan waktu anggaran hanya tinggal

sekitar 1,5 bulan lagi. Diperparah dengan masuknya musim hujan yang

kemungkinan akan menghambat pekerjaan," tegasnya.(Rul)
Share:

Suapi Anak Dengan Cairan Pembersih Lantai, Sekeluarga Terkapar di RS

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Gara-gara minum cairan pembersih lantai

(Wipol), seorang ibu, Indah Nurul (33), dan dua anaknya, Muhammad

Tsani Nur (4) dan Ridwan Aditia (9), dilarikan ke RSUD Wates

Kulonprogo, Kamis (6/11) malam. Jumat kemarin (7/11/2014), tiga pasien

sekeluarga asal Tambak Triharjo Wates itu menjalani perawatan di

bangsal rumahsakit tersebut.

Informasi dihimpun dari rumahsakit itu menyebutkan, tiga pasien datang

diantar keluarganya. Ketiganya mengalami sakit pada perut, perih, mual

dan pusing, setelah beberapa menit sebelumnya meminum cairan pembersih

lantai jenis Wipol.

Namun, apa motif perbuatan itu dilakukan dan bagaimana kejadiannya,

sampai kemarin keluarga belum dapat dimintai keterangan. Sejumlah

tetangga dan nenek pasien itu mengaku tidak mengetahuinya. Sementara,

suami dan ayah pasien itu tetap bekerja di instansi pemerintah di

Kulonprogodan belum bisa ditemui.

Yang jelas, akibat meminum cairan pembersih lantai itu, kemarin

ketiganya dilaporkan sudah membaik dan sadar. Setelah diterima bagian

Instalasi Gawat Darurat pada Kamis malam, diniharinya pasien

dipindahkan ke bangsal perawatan. Kedua anak di bangsal Cempaka bahkan

sudah bisa berjalan-jalan meski tetap menggunakan selang dan infus.



Pengakuan Ridwan, salah satu pasien anak, dia meminum cairan pembersih

lantai karena diberikan oleh ibunya. Menurutnya, cairan itu diminum

menggunakan sendok. "Diberi pakai sendok," katanya, sembari terbaring

di bangsal Cempaka kemarin.

Laura Christanti, dokter residen anak yang menangani keduanya,

mengatakan, peristiwa itu terjadi bersamaan dengan sang ibu yang juga

meminum cairan tersebut. Berdasarkan keterangan pasien, menurutnya,

memang benar ibunya meminum, kemudian juga memberikannya pada dua

anaknya.

"Belum tahu alasannya meminum. Tapi kondisi anak sudah bagus. Hanya

masih merasakan agak nyeri di perut," katanya.

Kepala Bangsal Edelweis, Nurwahid, yang menangani pasien dewasa,

mengatakan ibu anak-anak itu, Indah Nurul seperti dua anaknya, juga

mengalami intoksitasi pembersih lantai. "Secara umum ketiganya sadar

penuh. Sekarang memakai selang untuk cuci lambung," ujarnya.

Wakil Direktur Pelayaanan Medis RSUD Wates, Witarto, menyampaikan,

ternyata pasien keracunan setelah meminum pembersih lantai jenis

Wipol. Dia menduga, dua anak diberi cairan itu tidak terlalu banyak

karena saat ini kondisinya cepat membaik.

"Kondisinya mulai stabil. Tapi bagaimana kejadiannya belum bisa

ditanya karena trauma," katanya. (*)
Share:

Puluhan Personel Kodim 0731 Cabut Paku di Pohon

Harianjogja.com, KULONPROGO-Puluhan personel Kodim 0731 Kulonprogo

mencabut ratusan paku yang tertancap di pepohonan di kawasan Alun-alun

Wates dan jalan-jalan utama, Jumat (7/11/2014).

Kegiatan ini dilakukan serentak oleh personel yang berada di bawah

jajaran Kodam IV Diponegoro untuk membersihkan lingkungan dan

mewujudkan pohon yang sehat di lingkungan sekitar.

Pasiter Kodim 0731 Kulonprogo Kapten CPL Wasito menuturkan pencabutan

paku dilakukan sesuai dengan perintah Danrem 072 Pamungkas. Tujuannya,

dalam rangka menjaga kesehatan pohon, mengingat pohon adalah makhluk

hidup.

"Bisa dibayangkan bagaiaman kalau makhluk hidup tertancap paku, oleh

karena itu kami membersihkannya," ujarnya.

Diakuinya, kegiatan pencabutan paku baru pertama kali dilakukan

jajaran Kodim 0731 Kulonprogo dan diperkirakan jumlah paku yang

tertancap di pepohonan di atas 500-an buah.

Satu pohon, kata Wasito, rata-rata lebih dari lima paku. Pencabutan

paku dilakukan dengan menggunakan batang besi, tang, dan batu,

tergantung dari jenis dan bentuk paku yang tertancap.

Terpisah, Kepala Satpol PP Kulonprogo Duana Heru mengungkapkan paku

yang tertancap di pohon biasanya digunakan untuk menempelkan reklame

yang tidak berizin. Dikatakannya, penertiban rutin dilakukan DPPKA,

baik secara mandiri maupun bekerjasama dengan Satpol PP.
Share:

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results