Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Sunday, March 22, 2015

Warga Tayuban Peringati Sewindu Wafatnya Ki Hadi Sugito

KETOKOHANdalang Almarhum Ki Hadi Sugito dibidang pedalangan dan

karawitan memang tidak diragukan lagi. Lihat saja meski sudah

meninggal delapan tahun silam, tapi kecintaan dan kesayangan

masyarakat terhadap sosok dan kepiawaian serta karya lakon wayang

kulit yang dipentaskan semasa hidupnya terkesan tidak pernah mati.

Peringatan sewindu wafatnya sang maestro, masyarakat Desa Tayuban

menggelar serangkaian acara budaya dan keagamaan di Sanggar Mardi

Wirama Desa Tayuban Kecamatan Panjatan selama dua hari Jumat-Sabtu

(20-21/03/2015).

Selain tahlil dan pengajian, keluarga, masyarakat, pecinta dan pelaku

seni tradisional, prajurit atau bergodo dari sejumlah wilayah

Kulonprogo mengadakan kirab keliling menyusuri jalan desa hingga

akhirnya sampai makam Ki Hadi Sugito yang berada di sebelah barat

Masjid Muhajirin Tayuban. Di kompleks pemakaman tersebut keluarga

dipimpin adik almarhum Joko Sumitro dan didampingi Ki Sumbodo berdoa

yang kemudian prosesi dilanjutkan tabur bunga.

Pimpinan Sanggar Mardi Wirama sekaligus Ketua Panitia Bambang Sumbogo

mengungkapkan, serangkaian kegiatan budaya dan keagamaan peringatan

sewindu wafatnya Ki Hadi Sugito merupakan inisiatif warga setempat.

"Kami punya kewajiban moral mikul dhuwur mendhem jero (menghormati

orang tua atau pemimpin. red) apalagi pada masa mudanya almarhum

tinggal di Pedukuhan I Desa Tayuban," katanya.

Usai kirab prosesi dilanjutkan pementasan wayang kulit oleh adik

kandung, anak dan cucu Ki Hadi Sugito. Bagi keluarga, Ki Hadi Sugito

merupakan guru serta panutan masyarakat.

Sebelum meninggal Ki Hadi Sugito selalu berpesan kepada anak cucunya,

agar selalu belajar sungguh-sungguh. Dengan bersungguh-sungguh maka

apa pun pilihan yang dilakoni anak-anak dan putunya akan membuahkan

hasil maksimal.(Asrul Sani)
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Breaking News

Wikipedia

Search results