Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Friday, July 4, 2014

Omzet Tambak Udang Pesisir Kulonprogo Rp100 Juta Setiap Panen

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pemilik usaha tambak udang di kawasan

pesisir selatan Kulonprogo meminta warga bersabar hingga masa panen

udang.



Sumanto, pemilik tambak, mengungkapkan, jika warga menghendaki tambak

udang ditutup, ia akan melakukannya, selama warga tidak main hakim

sendiri.



Ia mengaku beberapa waktu lalu sempat mendapat teguran dari Pemkab,

namun karena sudah terlanjur menebar benih, tambak tetap beroperasi

sampai masa panen. "Saya menunggu panen di bulan ini, supaya bisa

balik modal," ujarnya.



Diuraikannya, pembuatan tambak memakan biaya hingga Rp200 juta dan

belum bisa balik modal jika hanya satu kali panen yang menghasilkan

omzet Rp100-an juta.



Seperti yang diberitakan sebelumnya, pemberian surat peringatan (SP)

menjadi mekanisme yang ditempuh Pemkab Kulonprogo untuk menutup tambak

udang ilegal yang berada di pesisir selatan Kulonprogo.



Rencananya pemberian peringatan itu akan dilakukan bertahap sepanjang

Juli, mulai dari SP 1 hingga SP 3 yang diikuti dengan penyegelan.



Asisten II Sekretaris Daerah Kulonprogo Triyono mengatakan, pemberian

SP dimaksudkan untuk memberi peringatan kepada pemilik tambak agar

bersiap-siap menutup usahanya sesuai dengan kesepakatan yang pernah

dibuat dengan pemerintah desa beberapa bulan lalu.



Penutupan tambak udang, kata dia, tidak hanya berlaku bagi tambak

udang di Desa Bugel, Kecamatan Panjatan, melainkan seluruh tambak

udang yang melabrak sempadan pantai mulai dari Kecamatan Temon hingga

Galur yang jumlahnya mencapai puluhan.



Editor: Nina Atmasari
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results