Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Monday, May 12, 2014

Kulonprogo Miliki Layanan Perlindungan Korban KDRT

KULONPROGO-Badan Pemberdayaan Masyarakat, Pemberintah Desa, Perempuan,

dan Keluarga Bencana (BPMPDPKB) Kulonprogo telah bekerjasama dengan

lembaga swadaya masyarakat (LSM) untuk mensosialisasikan pencegahan

KDRT dan terkait penanganan juga sudah dibentuk jejaring.



Kulonprogo memiliki Pusat Pelayanan Terpadu Perlindungan Perempuan

dan Anak (P2TP2A) yang melindungi korban KDRT.



"Selain melaporkan kasus KDRT yang menimpanya, di lembaga tersebut

korban bisa menginap jika membutuhkan perlindungan," terang Kabid

Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (BPMPDPKB), Ernawati

Sukeksi, baru-baru ini.



Selama triwulan I 2014, pusat layanan tersebut sudah menerima aduan

KDRT sebanyak tujuh kasus.



Direktur Eksekutif PKBI Kulonprogo, Paulo Ngadi Cahyono, menilai,

komunikasi dan edukasi terkait KDRT di masyarakat masih kurang. Selama

ini, sosialisasi hanya dilakukan di tingkat SKPD. Padahal penanganan

hal ini seharusnya menyentuh lapisan masyarakat bawah di tingkat desa.



"Hal ini yang menyebabkan isu KDRT masih menjadi isu yang tabu di

masyarakat, sehingga mereka tidak memiliki keberanian untuk melaporkan

kekerasan," ujarnya, Minggu (11/5/2014).



Diuraikannya, beberapa faktor penyebab KDRT, antara lain, persoalan

ekonomi yang didukung dengan minimnya komunikasi antara suami dan

istri, budaya patriarkhi yang melekat kuat di masyarakat menjadikan

suami lebih dominan, serta faktor kemajuan teknologi dan informasi

yang mengubah pola pikir manusia, sehingga perselingkuhan dianggap hal

yang wajar.



Paulo menambahkan, untuk menangani KDRT secara intensif, sebaiknya

pusat layanan KDRT dibangun di tingkat desa. "Jadi aduan lebih cepat

masuk dan sosialisasi juga langsung ke sasaran," tandasnya.



Editor: Nina Atmasari
Share:

Mau, Ponsel Cerdas Dibanderol Rp 200 Ribu?

CALIFORNIA ( KRjogja.com) -Tahun ini diharapkan akan muncul smartphone

Android yang dibanderol dengan harga paling murah. Menjadi mungkin

bila hadir smartphone baru dengan harga 12 poundsterling atau sekira

Rp200 ribuan, berkat teknologi yang ditawarkan oleh pembuat chip

smartphone, ARM.



Dilansir Gadgetshow.channel5, Jumat (9/5/2014), Samsung Galaxy S5

dengan hardware yang disematkan di dalamnya, dibanderol dengan harga

'premium'. Sekalipun Motorola Moto G tampil dengan harga lebih murah,

namun masih dirasa kurang terjangkau untuk sebagian pengguna.



Smartphone terbaru dengan banderol Rp200 ribuan ini diharapkan mulai

muncul beberapa bulan ke depan. Menurut laporan dari Anandtech, ARM

memperhitungkan bahwa smartphone dapat dibuat murah dengan chip ARM.



Handset ini bahkan lebih murah dari smartphone Firefox OS yang

dibanderol dengan harga USD25. Kabarnya, smartphone Rp200 ribuan ini

diperkuat dengan prosesor ARM Cortex A5.

Smartphone ini diklaim tetap dapat menjalankan aplikasi Android

favorit Anda. Prosesor ARM Cortex A5 memiliki kinerja prosesor yang

lebih kuat ketimbang iPhone original yang diluncurkan pada 2007
Share:

Serut Cocok Dibonsai dan Percantik Taman

TANAMAN serut mempunyai tampilan daun kecil-kecil yang khas. Tekstur

kulit batangnya bagus maupun bandel terhadap serangan penyakit,

sehingga tidak gampang mati.

Menurut pecinta tanaman bonsai asal Banjarasri, Kalibawang,

Kulonprogo, Subakir (65), sifat tanaman seperti ini cocok dijadikan

bonsai. Selain itu dapat menambah cantiknya suatu taman dengan

dibiarkan tumbuh membesar atau tidak kerdil, tapi rajin dipangkas.

"Dengan dipangkas rutin sampai kompisi dahan-dahannya bagus dan indah

dipandang, serut juga banyak ditempatkan di taman-taman," jelas

Subakir, Senin (12/5/2014).



Lelaki ramah ini mengungkapkan, koleksi tanaman serut di kompleks

rumahnya sebagian dibuat kerdil atau menjadi bonsai. Sebagian lagi

untuk memperindah taman di halaman rumah, baik ditanam di tanah

langsung maupun di pot. Rutin disiram dan diberi pupuk, serut bisa

tumbuh subur. "Pertumbuhannya yang agak lambat menjadi tantangan

sendiri. Lain dengan beringin pertumbuhannya termasuk cepat,"

paparnya.



Koleksi bonsai miliknya, selain serut ada juga kemuning dan beringin.

Untuk memperbanyak tanaman serut, ia belum pernah mencoba. Lain halnya

dengan beringin sudah beberapa kali menancapkan potongan di pot dan

akhirnya bisa hidup. "Serut diperbanyak dengan dicangkok kemungkinan

bisa. Tapi saya belum pernah mencoba. Bagusnya kalau untuk bonsai

mendapatkan dari alam, karena bonggol-bonggolnya sudah bagus," tandas

Bakir.(sumber: krjogja.com)
Share:

Sunday, May 11, 2014

Absen Tanpa Keterangan Boleh Ikut Ujian Susulan

Harianjogja.com, KULONPROGO--Dinas Pendidikan Kulonprogo mengizinkan

siswa SMP dari kabupaten setempat yang tidak dapat mengikuti Ujian

Akhir Nasional (UAN) yang diselenggarakan pekan ini. Pemberian izin

ini tidak hanya diperuntukan seluruh siswa, termasuk yang tidak

memiliki keterangan.



Salah satu siswa yang dapat mengikuti ujian susulan ialah SMP Negeri

di Kecamatan Temon yang hilang dan tidak dapat mengikuti Ujian Akhir

Nasional (UAN) SMP. Bersama empat siswa dari Kecamatan Wates dan

Panjatan, siswa ini dapat mengikuti UAN susulan yang diselenggarakan

di sekolah sub rayon masing-masing pada 12-16 Mei 2014.



Kepala Dinas Pendidikan Kulonprogo, Sumarsana menyebutkan kelima siswa

yang tidak mengikuti UAN SMP diberi kesempatan mengikuti UAN susulan

pekan depan. Termasuk, siswa asal SMP di Temon yang tidak hadir tanpa

keterangan. Setelah ditelusuri sekolah, jelasnya, siswa asal Temon

tersebut menghilang dari rumah karena masalah keluarga.



"Sekolah sudah bertemu langsung dan membujuk siswa tersebut untuk

hadir pada UAN hari ketiga dan keempat dan ternyata siswa tersebut

bersedia," jelasnya, Kamis (8/5/2014).



Untuk distribusi soal UAN susulan, imbuhnya, akan dilaksanakan Sabtu

(10/5/2014) dengan mekanisme yang menyerupai distribusi soal UAN SMP.

Hanya saja, mengingat jumlah soal hanya 12 lembar, penyimpanan

dilakukan di brankas Dindik Kulonprogo.

Kasubag Perencanaan Disdik Kulonprogo, Taryana, menguraikan, jumlah

siswa peserta UAN tingkat SMP/MTs di Kulonprogo tahun ini mencapai

5.796 siswa, terdiri dari 744 siswa MTs dan 5.052 siswa SMP. Tidak ada

perubahan mekanisme UAN SMP reguler dan susulan, baik dari sisi mata

pelajaran maupun urutan hari penyelenggaraan.



Editor: Mediani Dyah Natalia
Share:

Pilpres, 987 TPS Dimungkinkan Tidak Digabung

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Pada penyelenggaraan pemilihan presiden

(pilpres) 2014, jumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) dimungkinkan

tidak ada perubahan, yakni tetap 987 TPS. Sehingga penggabungan TPS

bisa dihindari meskipun ada perubahan dalam pilpres ini, yaitu dalam

satu TPS maksimal jumlah pemilih sebanyak 800 orang, sedangkan dalam

pileg lalu maksimal 500 orang. Sementara itu Senin (12/05/2014) akan

dilakukan pleno penetapan perolehan kursi parpol setiap daerah

pemilihan (dapil) dan penentuan calon legislatif terpilih 2014 di

Gedung Kaca.



"Kami akan melakukan pleno juga terhadap jumlah TPS ini. Meskipun ada

peraturan baru terkait jumlah pemilih maksimal 800 orang pada tiap

TPS, berbeda dengan pileg lalu yang 500 orang, namun itu tidak

menjadikan KPU serta merta melakukan penggabungan TPS,"ujar Anggota

KPU Kulonprogo Divisi Perencanaan Data Informasi Organisasi dan SDM,

Marwanto SSos, Minggu (11/05/2014).



Menurut Marwanto, aspirasi penyelenggara di desa dan kecamatan yakni

PPS dan PPK menghendaki agar jumlah TPS tetap. Pihaknya akan menampung

terhadap aspirasi tersebut. "Sejauh ini penggabungan pernah dilakukan

dalam pilpres lalu, hanya berkurang satu TPS. Untuk penggabungan TPS

memerlukan beberapa syarat diantaranya letak geografis tidak terlalu

jauh, dan tidak menyulitkan pemilih untuk menjangkau TPS. Tapi kami

akan memperhatikan aspirasi dari PPS/PPk agar tidak dilakukan

penggabungan,"ujarnya.



Marwanto menambahkan sebelum melangkah menuju penyelenggaraan pilpres,

pihaknya akan menyelesaikan tahapan dalam pileg. Yakni pleno penetapan

perolehan kursi partai politik (parpol) di setiap dapil. "Serta

penentuan calon legislatif terpilih 2014. Setelah pleno penetapan

hasil pelaksanaan pileg tersebut, maka konsentrasi kita ke tahapan

selanjutnya menuju ke pilpres, meski sudah ada beberapa tahapan

pilpres yang telah dan akan dilakukan"katanya.(Wid)
Share:

8 Mantan Kades Terpilih Jadi Anggota DPRD Kulonprogo

WATES ( KRjogja.com)- Sejumlah delapan mantan Kepala Desa (Kades) yang

nyalon dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 2014 diperkirakan akan

ditetapkan sebagai calon terpilih anggota DPRD Kabupaten dalam rapat

pleno Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kulonprogo.

Ketua KPU setempat, Muh Isnaini mengatakan KPU akan mengadakan rapat

pleno terbuka dengan agenda penetapan calon terpilih anggota DPRD

Kulonprogo, Senin (12/5/2014). Dari hasil rekapitulasi suara, berhasil

menentukan 40 calon terpilih dari ratusan caleg dalam Pileg 2014.



Sebanyak 40 calon terpilih anggota DPRD kabupaten, katanya ada yang

pernah menduduki jabatan Kades, incumbent dan pendatang baru. "Kami

akan menyampaikan nama-nama calon terpilih yang ditetapkan dalam rapat

pleno terbuka," katanya, Minggu (11/5/2014).



Informasi yang dihimpun KRjogja.com delapan mantan kades yang akan

ditetapkan sebagai calon terpilih anggota DPRD Kulonprogo tersebar di

lima Daerah Pemilihan (Dapil). Masing-masing Edi Priyono, Aris

Syarifudin SAg, Sugiyanto, Suharto, Dra Keksi Wuryaningsih, Budi

Hutomo Putro SS, Drs Sasmita Hadi dan Ridwan Heri Mahmudi.

Sedangkan calon terpilih yang masih menjabat anggota DPRD Kulonprogo,

Hamam Cahyadi, Akhid Nuryati, Aji Pangaribawa, Drs Suharto, Arismawan,

Nur Eni Rahayu, Suharmanto MM, Widiyanto, H Ponimin Budi Hartono SE,

Risman Susandi, Muhyadi, Sarkowi, Ir Purwantini, Sihabudin, Muh

Ajrudin Akbar, Mujiman dan Priyo Santoso. Sementara 15 calon terpilih

pendatang baru, Titik Wijayanti, Suprapto, Muhtarom Asrori, Sudarta,

Ika Damayanti Fatma Negara SIP, Bambang Istiyanto, Siti Ismiyatun

SSos, Wisnu Prasetya, Sumardi, Agung Raharjo, Yuliantoro SE, Lajiyo

Yok Mulyono, Sugiyanto, Upiya Al Hasan dan Muridna.



Penetapan calon terpilih tersebut berdasarkan Peraturan KPU Nomor

29/2013 tentang Proses Penghitungan Kursi Pileg. Sebelumnya KPU telah

menetapkan rekapitulasi suara sah dan tidak sah per dapil untuk parpol

dan caleg. KPU juga telah menentukan BPP dengan cara jumlah total

suara sah peserta pemilu di satu dapil dibagi jumlah kursi di dapil

bersangkutan. BPP antara dapil satu dengan dapil lainnya, tergantung

jumlah partisipasi pemilih.(Rul/Ras)
Share:

Pemilik RM Saiyo Bantu Bedah Rumah

WATES ( KRjogja.com)- Gerakan gotong royong rakyat bersatu 'Gentong

Rembes' bermakna kaum mampu membantu warga miskin sesungguhnya bagian

dari pengamalan Pancasila, sila satu sampai lima.



"Gerakan gotong royong merupakan ringkasan dari nilai-nilai Pancasila.

Mudah-mudahan bantuan yang diberikan para dermawan jadi amal jariyah,"

demikian disampaikan Bupati Kulonprogo dr Hasto Wardoyo saat ikut

bedah rumah milik dua warga miskin, Mulyono (58) warga Pedukuhan

Ngerandu Desa Triharjo dan Partono (49) warga Kriyanan Kelurahan/

Kecamatan Wates, Minggu (11/5/2014). Didampingi Wabup Drs Sutedjo dan

sejumlah Kepala SKPD, Bupati menyampaikan terima kasih kepada para

pihak termasuk kalangan PNS yang telah berpartisipasi aktif jadi

donatur bedah rumah.



Bedah rumah milik Mulyono dan Partono terlaksana berkat adanya bantuan

dari pengusaha Restoran Padang Saiyo Sapta Pesona Wates H Jaimalis Rp

10 juta dan manajemen PT Sung Chang Indonesia (SCI), Bazda Kulonprogo

Rp 10 Juta, Bazcam Wates, karyawan Dinsosnakertrans, Assekda II Setda

setempat, TNI, Polri serta masyarakat sekitar dalam bentuk beragam

berupa batu bata, pasir, split, besi, tenaga dan kebutuhan lainnya.



"Dengan gotong royong, pekerjaan berat dan sulit sekalipun tentu bisa

diselesaikan dengan baik dan cepat," tandas dr Hasto.

Sementara Jaimalis mengatakan mendukung kegiatan bedah rumah karena

dinilainya bagus dalam upaya mengembangkan ekonomi kerakyatan.

"Gerakan gotong royong merupakan kegiatan mulya selain membantu warga

kurang mampu juga untuk tabungan akherat," ujarnya.



Hal senada disampaikan Cho Yong Chae, melalui bedah rumah pihaknya

telah ikut membantu warga yang membutuhkan. "Dengan ikut kerja bakti,

saya semakin merasa jadi bagian warga Kulonprogo. Meski bantuan yang

kami berikan jumlahnya tergolong sedikit tapi sampai sekarang kami

sudah beberapa kali menyumbang semen yang kami anggarkan dari program

corporate sosial responsibility. Mudah-mudahan dapat merubah kondisi

masyarakat," ujarnya.(Rul)
Share:

Saturday, May 10, 2014

Waduk Sermo Sepi Pengunjung

Harianjogja.com, KULONPROGO-Pengelolaan wisata Waduk Sermo masih

bergantung pada penyelenggaraan event. Kurangnya sarana dan prasarana

untuk mendorong pariwisata kian membuat objek wisata ini sepi.



"Bahkan karena kurangnya promosi, beberapa pedagang terpaksa bekerja

di luar desa ini untuk menyambung hidup," ujar Kepala Desa Hargowilis,

Kokap, Sutardi kepada Harianjogja.com, Rabu (7/5/2014).

Sutardi mengungkapkan beberapa warganya ada yang merupakan perajin

aksesori Waduk Sermo. Namun, karena sepinya pasar dan tempat wisata

ini banyak dari mereka pindah mencari pasar di daerah Jogja, Bantul

dan sekitarnya. Menurut dia, Waduk Sermo perlu ditata dengan

penambahan fasilitas.



"Kami sebetulnya membutuhkan semacam area khusus untuk penjual

aksesoris atau cinderamata khas Waduk Sermo. Selain itu juga

pemasarannya, agar perajin dan pedagang tetap bisa menjalankan

usahanya," jelas Sutardi.



Kasi Pemasaran dan Promosi Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan

Olahraga (Disbudparpora) Kulonprogo, Ekasari Winarsiwi membenarkan

jika potensi wisata Waduk Sermo selama ini masih bergantung dengan

event. Pasalnya, salah satu faktor kendala untuk menghidupkan

pariwisata di waduk ini adalah secara fungsi utamanya sebagai waduk

hijau.



"Tentunya waduk ini punya fungsi sebagai waduk hijau, jadi benar-benar

dijaga keseimbangan alam dan kelestariannya. Hanya dengan event wisata

waduk ini bisa dinikmati oleh para pengunjung," papar Ekasari.



Editor: Mediani Dyah Natalia
Share:

Kulon Progo Gelar Festival Padhang Bulan

TRIBUNJOGJA.COM, KULONPROGO -Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Pemuda dan

Olahraga Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar

"Festival Padhang Bulan" akan berlangsung Rabu (14/5/2014).



Plh Disbudparpora Kulon Progo Triyono di Kulon Progo, Sabtu,

mengatakan festival ini menjadi ajang pestanya para penabuh "alu

lesung" atau yang lebih dikenal sebagai "gejog lesung".



Selain itu juga bertujuan untuk membangkitkan semangat persatuan dan

kesatuan bangsa, menyalurkan minat dan bakat masyarakat dalam bidang

seni budaya.

Hal lainnya yang tidak kalah penting untuk melestarikan, membina dan

mengembangkan kesenian dan sebagai bahan evaluasi terhadap pelaksanaan

pembinaan seni bagi masyarakat, ujar Triyono.



Ia menceritakan bahwa alu dan lesung menjadi alat utama dalam

permainan suara "gejog lesung" yang pada awalnya adalah aktivitas

untuk menumbuk bulir padi agar terlepas dari tangkainya.

Alu, kata Triyono, terbuat dari kayu yang berfungsi untuk menumbuk,

sedangkan lesung dari batang kayu

besar yang dibentuk sedemikan rupa seperti perahu sehingga bisa

menampung ikatan-ikatan padi yang akan ditumbuk.



"Sebelum ada alat penggiling padi, masyarakat desa biasanya menumbuk

padi yang dilakukan secara bersama-sama oleh beberapa penumbuk. Hasil

suara tumbukan antara alu dan lesung itu menghasilkan suara-suara kayu

yang khas kemudian dirangkai menjadi alunan suara kayu yang berirama.

Buliran pada yang sudah terlepas dari merang kemudian ditumbuk pada

alat yang disebut lumpang yang biasanya terbuat dari batu," kata dia.

Ia mengatakan tahap ini untuk menghasilkan beras, dimana bulir padi

ditumbuk dengan alu pada lumpang untuk melepaskan cangkangnya.

Tumbukan alu lumpang juga menghasilkan suara tumbukan yang berat dan

khas.



Eloknya irama suara alu lesung atau alu lumpang ini biasanya juga

untuk mengiringi tembang-tembang yang dilantunkan atau diciptakan

langsung oleh para penabuh.

Bekerja sambil bermain, tetap menyenangkan sehingga tidak bosan selama

menumbuk padi.



Dia mengatakan aktivitas menumbuk padi dari tangkainya atau "merang"

dengan alu lesung yang menjadi permainan suara "berirama" yang populer

pada masanya inilah yang disebut sebagai gejog lesung.

Di beberapa daerah, lanjut Triyono, gejog lesung menjadi bagian

upacara tradisi sebagai ucapan syukur kepada Dewi Sri atau Dewi Padi

atas panen padi yang melimpah atau untuk permainan saja di malam hari

ketika malam bulan purnama atau terjadi gerhana bulan.

"Itulah gejog lesung, salah satu seni tradisional wujud syukur

melimpahnya panen padi yang sekarang tergilas peradaban dan terancam

punah karena padi-padi tidak lagi ditumbuk dengan alu lesung dan alu

lumpang tetapi menggunakan mesin pengilingan padi modern," katanya.

Kini, kata dia, suara alu lesung dan alu lumpang dalam aktivitas kerja

menumbuk padi hampir tidak ada lagi. Kalaupun ada hanya tersisa pada

lomba-lomba tradisi, upacara tradisional, atau justru sebagai aset

wisata atau koleksi barang antik saja.

Untuk itu, kegiatan "Festival Padhang Bulan 2014" untuk mengingatkan

kembali budaya luhur nenek moyang. Adapun, 12 kelompok gejog lesung

peserta festival merupakan perwakilan dari sertiap kecamatan. (ANT)
Share:

Friday, May 9, 2014

Calhaj Meninggal Usai Tes Kebugaran

KULONPROGO ( KRjogja.com)- Calon jamaah haji (calhaj) Kabupaten

Kulonprogo Tukiman (64) warga RT 10 RW 05 Pongangan Desa/Kecamatan

Sentolo meninggal usai mengikuti tes kebugaran haji, Jumat

(09/05/2014) pagi, di Alun-alun Wates. Tukiman sempat dilarikan ke IGD

RSUD Wates namun dalam perjalanan meninggal. Almarhum meninggalkan

seorang istri Semi Rahayu (57) dan dua anak yakni Kurnia Budi (33) dan

Septri (30).



Istri almarhum, Semi Rahayu menyatakan tidak punya firasat apa-apa

terhadap kepergian suaminya. "Bapak memang rajin jalan kaki latihan di

sekitar rumah untuk persiapan haji. Saat tes kebugaran jalan keliling

alun-alun sudah mencapai finish. Setelah ambil snack minta dicarikan

tempat duduk, baru saya carikan ternyata bapak sudah jatuh. Sebenarnya

Jumat itu harus kontrol di puskesmas, rencananya setelah tes kebugaran

langsung kontrol. Namun Allah SWT berkehendak lain, bapak malah

mendahului kami. Saya ikhlas,"kata Semi yang mendaftar haji bersama

almarhum sejak tahun 2010 dan baru akan berangkat tahun ini.



Ditambahkan Sugiman (60) teman satu kampung dan juga calhaj, almarhum

sampai finish di belakangnya. "Saya melihat pak Tukiman kok jalannya

cepat, mungkin karena bersemangat. Padahal saya sudah tidak berani

jalan cepat, hanya santai saja. Tapi karena saya di depan sehingga

tidak bisa memantau lebih jauh. Baru setelah sampai finish, sempat

absen, dan ambil snack tiba-tiba jatuh. Dalam perjalanan menuju RSUD

sudah meninggal. Almarhum yang merupakan pensiunan guru, di kampungnya

sangat aktif dari mulai Ketua KKLPMD, anggota BPD, Bendahara Koperasi,

pengurus Takmir Masjid, Muadzin, dan Ketua RT,"kata Sugiman.



Kadinas Kesehatan Kulonprogo dr H Bambang Haryatno MKes menyatakan tes

kebugaran dilakukan Dinas Kesehatan bekerjsama Kementerian Agama

(Kemenag) bagi 211 calhaj yang dimulai pukul 05.30 WIB dengan jalan

keliling Alun-alun Wates sebanyak 2 kali putaran kurang sedikit atau

1.600 meter.



"Sebelum tes kebugaran dilakukan cek kesehatan, dan pak Tukiman tensi

baik 125/80, nadi dan laju nafas juga bagus. Tes baik, namun ada

riwayat penyakitnya dari puskesmas pernah nyeri dada sebelah kiri.

Dengan adanya riwayat seperti itu, petugas sudah menyarankan tidak

memaksakan dalam mengikuti tes kebugaran, jalan kaki saja semampunya

saja, kalau capek istirahat. Tapi yang bersangkutan bersemangat karena

sudah rutin latihan jalan kaki," ujarnya sembari menambahkan pihaknya

nanti akan melakukan evaluasi terhadap calhaj yang punya riwayat.(Wid)
Share:

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results