Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Saturday, April 4, 2015

BANDARA KULONPROGO : Penyediaan Lahan Relokasi Mandek, Mengapa?

Harianjogja.com, KULONPROGO--Bupati Kulonprogo mengaku, penyediaan

lahan relokasi bagi warga terdampak pembangunan bandara belum dapat

ditetapkan sebelum harga tanah di lokasi tersebut diputuskan.

Pasalnya, harga tanah menjadi dasar untuk membuat kebijakan yang

berkaitan dengan relokasi warga terdampak pembangunan bandara,

termasuk menentukan luas lahan yang diperlukan.

"Sebelum ada penentuan harga tanah, kami belum bisa berbuat banyak,"

ujar Hasto saat dihubungi Jumat (3/4/2015).

Ia menguraikan Tim Percepatan Pembangunan Bandara memiliki data warga

yang terdampak dalam proses relokasi. Sekitar 460 dari 600 kepala

keluarga (KK) yang terdampak pembangunan bandara berkeinginan

direlokasi. Sisanya, berniat pindah dengan memilih lokasi sendiri.

Hasto berharap tim appraisal independen segera bekerja dan dapat

menentukan harga tanah di lokasi bandara supaya nilai ganti rugi bagi

warga terdampak semakin jelas.

Saat ini, menurut Hasto, Pemkab masih terus mengadakan pendekatan

dengan warga yang menolak pembangunan bandara.

"Pendekatan personal, orang per orang, kasus per kasus, sehingga

kekhawatiran warga tidak menjadi masalah lagi bagi mereka," katanya

menjelaskan.

Sementara itu Tim Community Develpoment Pembangunan Bandara Ariyadi

Subagyo mengatakan sesuai dengan linimasa yang ditentukan, penetapan

tim appraisal independen dilakukan setelah pelaksanaan pengadaan tanah

oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

"Kalau tidak ada gugatan warga ke PTUN, setelah IPL [Izin Penetapan

Lokasi] Gubenur terbit, maka BPN bisa segera melakukan tugasnya,"

katanya, Jumat.

Namun jika terjadi gugatan tahap ini dapat mundur dalam hitungan bulan.

Ia menuturkan penetapan tim appraisal independen dilakukan oleh PT.

Angkasa Pura I dengan sistem lelang.

"Kami pastikan prosesnya objektif dan sesuai dengan peraturan

perundang-undangan," ujarnya.
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results