Tourist knows Yogyakarta Indonesia

Top reviews

Saturday, May 23, 2015

Pol PP Gabungan Ciduk 18 Pasangan Tak Resmi

WATES ( KRjogja.com)- Personil gabungan Satuan Polisi Pamong Praja

(Satpol PP) DIY, Jawa Tengah, Purworejo dan Kulonprogo berhasil

mengamankan 18 pasang tak resmi. Diantara yang terjaring petugas,

teridentifikasi pengurus salah satu partai politik (parpol) tingkat

Kecamatan Kokap.

Begitu terjaring petugas yang menggelar patroli dan pengawasan bersama

terhadap penginapan di wilayah perbatasan Kulonprogo terutama di

Pantai Glagah Temon, Kamis (21/5/2015), ke-18 pasangan tersebut dibawa

ke Kantor Satpol PP Kulonprogo untuk didata dan dimintai keterangan

serta dibina.

Kasat Pol PP DIY Bambang dan Sekretaris Satpol PP Jateng Agus Waluyo

mengatakan, pihaknya menindaklanjuti MoU DIY dan Jateng memberantas

penyakit masyarakat (pekat) di wilayah perbatasan.

Saat ini operasi di wilayah perbatasan Kulonprogo dan Purworejo. Dalam

operasi tersebut pihaknya mengerahkan 50 personil dari DIY, Jateng,

Kulonprogo dan Purworejo. Personil dibagi empat regu untuk melakukan

operasi yang telah ditentukan. Regu 1 menangkap tiga pasang, Regu 2

dapat dua pasang, Regu 3 mendapat tujuh pasang dan Regu 4 mendapat

enam pasang.

"Jumlah keseluruhan 18 pasangan. Sebetulnya masih banyak kegiatan yang

perlu kita tindaklanjuti dari MoU antara DIY dan Jateng," kata

Bambang.

Semua yang tertangkap dari segi usia sudah dewasa. "Hari ini banyak

yang kita razia dan semuanya sudah di atas 18 tahun bahkan ada yang

sudah tua. Untuk profesinya kami belum mengetahui secara keseluruhan

karena masih dalam proses pendataan," kata Agus.

Bambang menyatakan Satpol PP tidak memberikan sanksi terhadap 18

pasang yang tertangkap. "Sanksi tidak ada, tetapi kami memberikan

pembinaan. Operasi ini disertai pembinaan dengan tujuan mengeliminir

pekat tidak berkembang. Kalau hilang tidak mungkin," katanya.

Pasangan yang tertangkap mengaku baru sekali ke Glagah. Mereka akan

diberi pengertian bahwa apa yang dilakukan hal yang tidak baik."Namun

jika tertangkap tiga kali akan dilakukan yustisi," tandasnya.

Salah satu pasangan tak resmi yang terkena razia, Tom mengaku tidak

begitu kaget. "Karena saya terkena razia dengan pacar yang sudah

dilamar keluarga. Jadi biasa saja," ujarnya.

Selama petugas melakukan pendataan dan meminta keterangan, sebagian

pelaku yang terjaring berusaha menutupi muka mereka baik dengan kain

maupun baju serta membelakangi para awak media. Tapi ada juga yang

tanpa malu, terang-terangan mencoba menghubungi sejumlah orang dengan

menggunakan telpon genggamnya. Langkah tersebut mungkin sebagai upaya

meloloskan diri sehingga petugas Satpol PP tidak memprosesnya. Tapi

petugas tidak peduli dan tetap melakukan pendataan, meminta keterangan

dan memberikan pembinaan kepada mereka yang terjaring

operasi.(Rul/Wid)
Share:

0 komentar:

Post a Comment

Archive

Breaking News

Wikipedia

Search results